KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memacu percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2026 dengan menggerakkan para petani dan kelompok tani (poktan) untuk segera memulai masa tanam padi musim kedua (MT2).
Langkah strategis ini dilakukan agar para petani langsung mengolah lahan kembali sesaat setelah masa panen berakhir tanpa menunda waktu.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, memimpin langsung Gerakan Tanam Padi bersama para petani di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, pada Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini memberikan apresiasi atas capaian tahun 2025, di mana Lamongan berhasil melampaui target LTT nasional dari 192.373 hektar menjadi 193.786 hektar.
Capaian ini semakin mengokohkan posisi Lamongan sebagai lumbung pangan nasional dengan total produksi padi mencapai 1.335.099 ton, tertinggi di Jawa Timur.
“Kok bisa demikian? karena tanamnya tidak sekali saja, tapi berkali-kali. Selain itu yang membedakan juga adalah karakter orang Lamongan yang megilann, giat-giat panen, panennya belum selesai sudah siap tanam lagi, tidak perlu menunggu besok, tidak perlu memikir BMKG, hujan atau tidak pokoknya berusaha, yakin,” ungkap Pak Yes memuji etos kerja para petani lokal.
Pak Yes menambahkan bahwa pemerintah pusat dan daerah berkomitmen penuh dalam mendukung swasembada pangan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan alat mesin pertanian modern, ketersediaan pupuk, hingga optimalisasi pengairan di daerah kering melalui pembangunan waduk desa dan pencarian sumber air baru.
“Tahun ini oleh Pak Menteri ditarget lagi ditambah lagi 233 ribu hektar, padahal sawahnya kita hanya 95 ribu. Bismillah jangan khawatir pemerintah terus menjaga pupuk, menjaga harga, semoga tahun ini lebih baik lagi. Monggo yang belum tanam segera dipercepat tidak perlu menunggu tanamnya selesai pokok langsung,” imbuh Pak Yes menyemangati petani untuk mengejar target perluasan tanam.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito, melaporkan bahwa pada musim tanam pertama tahun 2026 ini, Lamongan telah menyelesaikan panen seluas 36.818 hektar.
Mengingat keberhasilan tahun sebelumnya yang mampu melakukan panen hingga empat kali dalam setahun, pihaknya kini fokus pada pendampingan penyuluh untuk sterilisasi bibit dan lahan guna mengantisipasi gangguan hama.
“Proses perawatan kami tetap mendorong antisipasi berbagai gangguan, kami tetap mengutamakan menjaga ramah lingkungan, keseimbangan alam. Sepanjang bahan-bahan organik sekitar lingkungan ada, untuk mencegah lakukan itu dulu, yang bersifat kimia ini pilihan kedua,” ucap Mugito menekankan pentingnya pertanian organik.
Kegiatan gerakan tanam ini juga dihadiri oleh Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Yuris Tiyanto, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal produksi padi nasional dari ancaman hama dan penyakit tanaman.
Editor : Fatih