klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tekan Angka Kebutaan, Eyelink Foundation dan BSI Maslahat Gelar Operasi Katarak Gratis di Sidoarjo

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
HARAPAN BARU: Suasana pemeriksaan mata dan persiapan operasi katarak gratis yang diselenggarakan Eyelink Foundation bersama BSI Maslahat di Klinik Mata KMU Sidoarjo.
HARAPAN BARU: Suasana pemeriksaan mata dan persiapan operasi katarak gratis yang diselenggarakan Eyelink Foundation bersama BSI Maslahat di Klinik Mata KMU Sidoarjo.

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Gangguan penglihatan, khususnya katarak dan kelainan refraksi, masih menjadi tantangan serius bagi kualitas hidup masyarakat di Sidoarjo.

Menjawab masalah tersebut, Eyelink Foundation berkolaborasi dengan BSI Maslahat menggelar aksi bakti sosial berupa operasi katarak dan pembagian kacamata gratis sepanjang Februari 2026.

Program yang dipusatkan di Klinik Mata KMU Sidoarjo ini menyasar kelompok masyarakat rentan dan prasejahtera yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata berkualitas.

Berdasarkan hasil skrining selama kegiatan berlangsung, ditemukan bahwa gangguan refraksi seperti rabun jauh (minus), rabun dekat (presbiopi), hingga silinder menjadi keluhan yang paling mendominasi. Sementara itu, kasus katarak banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut.

Dokter Spesialis Mata sekaligus penanggung jawab Klinik Mata KMU Sidoarjo, dr. Miftakhur Rochmah, SpM, menjelaskan bahwa keterlambatan penanganan katarak dapat berakibat fatal.

“Katarak yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan penurunan fungsi penglihatan signifikan, bahkan berisiko kebutaan. Hal ini mempengaruhi kemandirian, produktivitas, hingga kualitas hidup pasien secara keseluruhan,” tegas dr. Miftakhur.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan kacamata yang tepat sangat krusial bagi penderita gangguan refraksi agar kinerja saraf mata tetap optimal dan aktivitas sehari-hari tidak terhambat.

Ketua Eyelink Foundation, Muflih Ramadhani, menyebutkan bahwa sinergi adalah kunci untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Melalui proses seleksi medis yang ketat, pasien yang memenuhi indikasi langsung mendapatkan tindakan operasi tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Senada dengan hal tersebut, Regional Manager BSI Maslahat, Zaini Syam, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata kemaslahatan bagi umat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan akses, sehingga mereka bisa kembali melihat dengan jelas dan beraktivitas dengan nyaman serta produktif,” ujar Zaini.

Program ini tidak hanya memberikan tindakan medis sekali jalan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan alat bantu penglihatan (kacamata) yang sesuai dengan kebutuhan hasil pemeriksaan. Dengan pulihnya penglihatan, diharapkan roda ekonomi dan kemandirian masyarakat prasejahtera di Sidoarjo dapat kembali bergerak.

Editor :