KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sebagai ujung tombak pelaksanaan di daerah, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah masif bergerak dengan total 132 dapur yang aktif melayani ribuan penerima manfaat di berbagai pelosok wilayah.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Bojonegoro, Tommy Putra Mandala, menyampaikan bahwa sebaran dapur ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memastikan kecukupan gizi bagi anak-anak dan masyarakat di Kota Ledre.
Meskipun jumlah dapur telah mencapai ratusan titik, Tommy mengakui masih ada tantangan dalam hal pemerataan wilayah. Hingga saat ini, tercatat dua kecamatan yang masih belum memiliki fasilitas dapur SPPG sama sekali.
“Yang aktif beroperasi saat ini ada 132 dapur SPPG. Rata-rata setiap dapur melayani sekitar 3.000 penerima manfaat. Namun, saat ini masih terdapat dua kecamatan yang belum memiliki dapur SPPG, yakni Kecamatan Margomulyo dan Kecamatan Kedewan,” ungkap Tommy pada Selasa (24/2/2026).
Pemerataan layanan di wilayah tersebut menjadi perhatian serius agar seluruh lapisan masyarakat Bojonegoro dapat merasakan manfaat dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut secara adil.
Saat ini, sebaran dapur SPPG telah menjangkau mayoritas kecamatan di Bojonegoro, mulai dari kawasan kota hingga pelosok. Wilayah yang telah terlayani antara lain Kecamatan Balen, Baureno, Bojonegoro Kota, Dander, Gayam, Gondang, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedungadem, Kepohbaru, Malo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo, Tambakrejo, Temayang, hingga Trucuk.
Menariknya, beberapa wilayah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat hingga memiliki lebih dari satu dapur aktif dalam satu desa atau kecamatan, seperti di Sukorejo, Klangon, Pacul, Sumuragung, hingga Talun.
Tommy menegaskan bahwa jumlah dapur tersebut masih berpotensi untuk bertambah di masa mendatang. Fokus ekspansi akan diarahkan pada kecamatan-kecamatan yang saat ini baru memiliki satu unit dapur atau yang masih kosong.
Dengan struktur yang semakin solid, program MBG di Bojonegoro diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Langkah percepatan pemerataan ini menjadi kunci utama agar target pemenuhan asupan gizi optimal bagi generasi masa depan di Bojonegoro dapat tercapai secara menyeluruh.
Editor : Fatih