klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Viral, Sahur Pakai Sound Horeg dengan Penari Seksi di Jombang

avatar Diana
  • URL berhasil dicopy
Tradisi sahur on the road (SOTR) di Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Jombang menggunakan sound horeg plus penari seksi
Tradisi sahur on the road (SOTR) di Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Jombang menggunakan sound horeg plus penari seksi

KLIKJATIM.Com | Jombang  -Tradisi sahur on the road (SOTR) di Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Jombang, mendadak viral di media sosial. Ribuan peserta pawai motor mengikuti iringan sound horeg sejak dini hari hingga pagi.

Namun, acara ini menuai kritik karena menampilkan aksi joget seksi yang dianggap tidak pantas di bulan Ramadan.

Video SOTR tersebut diunggah sejumlah akun TikTok. Dalam salah satu rekaman, terlihat seorang penari berpakaian ketat meliuk-liuk di depan sound system milik Aprelia Production, bahkan menerima saweran dari penonton. Hal ini memicu komentar pedas dari warganet.

“Puasa kok masih ada dancer seperti itu, seharusnya lebih santun,” tulis akun @Aji***“Bagaimana sahur on the road kok ada penari,” tambah akun @iqb***.

Sekretaris Desa Jatibanjar, Hengki, membenarkan kegiatan tersebut berlangsung di jalan penghubung desanya dengan Desa Sumbergondang. Namun ia menegaskan, acara itu bukan diselenggarakan oleh pemerintah desa.

“Jogetan seksi semestinya tidak pantas ada di bulan puasa. Itu jelas tidak sesuai,” ujarnya, Selasa (24/2).

Penjelasan Penyelenggara
Pemilik Aprelia Production, Aprelia, mengungkapkan lebih dari 10 sound horeg ikut meramaikan SOTR. Menurutnya, tidak ada pihak yang menyewa, melainkan para pemilik sound system berinisiatif berkumpul.

“Itu tidak ada yang menyewa, memang sering sahur on the road keliling lalu kumpul di situ,” jelasnya.

Aprelia juga mengakui adanya penari di depan sound miliknya. Namun ia menegaskan tidak pernah membawa atau menyewa penari tersebut.

“Tiba-tiba ada banci itu yang joget-joget depan salon. Sebelum kami datang, dia sudah di lokasi,” tandasnya.

Kapolsek Ploso, Kompol Achmad Chairuddin menegaskan, SOTR ini tanpa izin dari kepolisian maupun pemerintah desa setempat.

Editor :