klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Wabup Qosim Serahkan Perpanjangan PSBB Gresik ke Pemprov

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Gresik - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bakal berakhir 11 Mei mendatang. Terkait apakah akan diperpanjang atau tidak, Wakil Bupati Gresik menyerahkan kebijakan itu sepenuhnya kepada Gubernur Jatim. Sebab, hal itu akan dibahas kembali dalam rapat terkait PSBB Surabaya Raya.

[irp]

Wakil Bupati Gresik, Moch Qosim menyerahkan semua keputusan kepada Pemprov Jatim. Namun dia menegaskan jika PSBB di Gresik telah berhasil menekan angka positif covid-19 serta membuat masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Dibandingkan saat PSBB belum diterapkan, setiap harinya pasti angka Orang Dalam pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan positif Covid 19 bertambah. Namun setelah PSBB diterapkan angkanya berangsur-angsur melambat. Hal ini menunjukkan pemerintah telah bekerja secara maksimal,” kata Qosim.

Selain itu, kata Qosim, dari pengatamannya saat ini sudah jarang warga yang tidak menggunakan masker. Juga jumlah pelanggar PSBB juga setiap harinya terus menurun. Ini menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil dalam menerapkan protokoler kesehatan dengan baik.

“Namun kembali lagi keputusan ada di Pemprov Jatim. Apapun akan tetap kami ikuti. Saya secara pribadi berharap agar PSBB cukup satu kali tidak perlu diperpanjang,” tandasnya.

[irp]

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengakui, sejak PSBB diberlakukan pertambahan kasus corona di Gresik mulai melandai.

“8 kecamatan yang menerapkan PSBB di Gresik saya dapat laporan memang sudah mulai melambat angka ODP, PDP maupun Positif Covid 19,” kata Khofifah di lapangan Makodim Gresik.

Khofifah menegaskan, PSBB bukan kebijakan politik. Ada kajian epidemiologis yang harus dilalui. Dia menceritakan awal penerapan PSBB di Surabaya Raya. Tim gugus tugas mengevaluasi semua daerah di Jawa Timur. (hen)

Editor :