klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gandeng Akademisi UB, Pemkab Lamongan Targetkan Penurunan Angka Kemiskinan

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Penandatanganan kesepakatan bersama oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Rektor Universitas Brawijaya, Widodo, di kampus UB pada Kamis (5/2/2026).
Penandatanganan kesepakatan bersama oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Rektor Universitas Brawijaya, Widodo, di kampus UB pada Kamis (5/2/2026).

KLIKJATIM.Com | Malang – Pemerintah Kabupaten Lamongan resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan menangani berbagai isu sosial di wilayah Lamongan.

Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Rektor Universitas Brawijaya, Widodo, di kampus UB pada Kamis (5/2/2026).

Kesepakatan ini dirancang sebagai landasan kuat bagi kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah yang berbasis pada riset dan inovasi. Bupati Lamongan, yang akrab disapa Pak Yes, menekankan bahwa fokus utama kerja sama ini adalah memberdayakan potensi unggulan daerah melalui pendekatan akademik yang lebih modern.

“Kolaborasi dengan Universitas Brawijaya diharapkan mampu mendorong pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan, melalui pendidikan, penelitian, yang membawa dampak positif dan nyata untuk masyarakat,” tutur Pak Yes.

Lebih lanjut, Pak Yes menjelaskan bahwa sektor-sektor krusial seperti pertanian, perikanan, dan peternakan di Lamongan memerlukan sentuhan kapasitas teknologi dan pendampingan pakar agar dapat berkembang lebih maksimal bagi kesejahteraan warga.

Selain sektor ekonomi, kemitraan ini juga diproyeksikan untuk membedah masalah sosial yang masih menjadi tantangan bagi Pemkab Lamongan. Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Nalikan, mengungkapkan bahwa penanganan kemiskinan menjadi prioritas dalam kajian bersama UB nantinya.

"Kerja sama ini ditujukan untuk mencari penyebab dan solusi penyelesaian. Pada permasalahan kemiskinan, di Kabupaten Lamongan terdapat wilayah kecamatan yang besar justru masih memiliki angka kemiskinan cukup tinggi," jelas Nalikan.

Fokus lain yang menjadi perhatian adalah penanganan isu banjir tahunan yang kerap melanda sejumlah wilayah di Lamongan. Melalui riset terapan dari akademisi UB, diharapkan muncul solusi teknis dan kebijakan yang lebih efektif guna meminimalkan dampak sosial-ekonomi akibat banjir.

Dengan sinergi ini, kedua belah pihak berkomitmen menciptakan pembangunan yang inklusif dan berbasis data demi kemajuan masyarakat Lamongan di masa depan.

Editor :