klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Arumi Bachsin Dorong Pengembangan Modest Fashion Lokal Berdaya Saing Global Melalui NUMOFES 2026

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, secara resmi membuka gelaran Nusantara Modest Fashion Festival (NUMOFES) 2026.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, secara resmi membuka gelaran Nusantara Modest Fashion Festival (NUMOFES) 2026.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, secara resmi membuka gelaran Nusantara Modest Fashion Festival (NUMOFES) 2026 di Ciputra World Surabaya.

Ajang ini diselenggarakan sebagai strategi untuk mendorong industri modest fashion lokal agar mampu bersaing di kancah nasional maupun global, sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku industri kreatif dan UMKM di Jawa Timur.

Hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Arumi menekankan bahwa sektor fashion merupakan salah satu lokomotif utama dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur. Selain dampak ekonomi, sektor ini juga menjadi tumpuan penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi kaum perempuan.

Dalam kesempatan tersebut, Arumi menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Timur yang menegaskan bahwa ekonomi kreatif kini telah bertransformasi menjadi pilar ekonomi yang sangat krusial bagi kesejahteraan masyarakat.

“Ekonomi kreatif, khususnya fashion, bukan lagi sekadar sektor pendukung, tetapi telah menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arumi Bachsin saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur.

NUMOFES 2026 menampilkan 20 stan tenant yang memamerkan berbagai produk unggulan, mulai dari busana muslim dan gamis hingga produk kreatif lainnya. Menariknya, festival tahun ini mengusung konsep kolaborasi lintas subsektor, di mana industri fashion terinspirasi dari karya perfilman berjudul “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?”. Perpaduan ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah produk serta memperkuat promosi budaya lokal secara lebih luas.

Lebih lanjut, melalui sambutan yang dibacakannya, Gubernur Jawa Timur turut mengingatkan para pelaku usaha mengenai pentingnya integritas dalam menghadapi era digitalisasi. Penggunaan transaksi digital yang aman dan transparan menjadi kunci dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan dan terpercaya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif ini melalui program pendampingan UMKM serta kolaborasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan.

Harapannya, NUMOFES 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran sesaat, tetapi menjadi momentum untuk memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai pusat pengembangan modest fashion di tingkat nasional.

Editor :