klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ribuan Jamaah Jalan Kaki Napak Tilas Pendirian NU di Bangkalan

avatar Suryadi Arfa
  • URL berhasil dicopy
Ribuan jemaah mengikuti napak tilas isyaroh pendirian Nahdlatul Ulama (NU), dimulai dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil menuju Kamal Bangkalan
Ribuan jemaah mengikuti napak tilas isyaroh pendirian Nahdlatul Ulama (NU), dimulai dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil menuju Kamal Bangkalan

KLIKJATIM.Com | Bangkalan - Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti napak tilas isyaroh pendirian Nahdlatul Ulama (NU), perjalanan dimulai dari Pondok Pesantren Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan menuju Pelabuhan Kamal dengan berjalan kaki. Minggu (4/1/2026)

Kemudian menyeberang menggunakan kapal ferry ke Tanjung Perak Surabaya. Rombongan melanjutkan perjalanan ke Makam Sunan Ampel, kantor PCNU Bubutan sebagai kantor NU pertama, hingga ke Stasiun Gubeng untuk menuju Jombang.

Peserta napak tilas tidak hanya berasal dari Kabupaten Bangkalan, tetapi juga datang dari berbagai daerah lain seperti Situbondo, Bondowoso, Jember, Probolinggo, Sumenep, Sampang, Pamekasan, hingga sejumlah kota dan kabupaten lainnya. Antusiasme yang tinggi menjadikan barisan jamaah tampak seperti lautan manusia yang bergerak bersama dalam lantunan dzikir dan shalawat.

Dzurriyah Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan, KH Imam Buchori Cholil, menjelaskan jumlah peserta dibatasi seribu orang. Mereka mengiringi KH Azaim Ibrohimi, cucu Kiai As’ad Samsul Arifin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.

 “Peserta yang ikut napak tilas ini dibatasi seribu orang. Mereka berjalan kaki menuju Pelabuhan Kamal, kemudian menyeberang menggunakan kapal hingga ke Tanjung Perak. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Makam Sunan Ampel, lalu menuju kantor PCNU Bubutan sebagai kantor NU pertama. Dari sana rombongan menuju Stasiun Gubeng untuk naik kereta ke Jombang, dan dari stasiun Jombang akan kembali berjalan kaki,” ungkap KH Imam Buchori Cholil.

Ra Imam yang juga cicit dari Syaikhona Kholil Bangkalan menambahkan, sekitar pukul 18.00 WIB, peserta dijadwalkan tiba di Jombang dan akan disambut Bupati di Pendopo bersama para masyayikh.

“Selanjutnya, rombongan berjalan kaki ke Pondok Pesantren Tebuireng untuk menyerahkan tongkat dan tasbih kepada pengasuh pondok, dilanjutkan tahlil serta doa bersama di maqbarah Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari,” ucapnya.

Perjalanan diawali dari Bangkalan, Madura, yang dikenal sebagai tempat lahir dan pusat dakwah Syaikhona Kholil Bangkalan, ulama besar Madura sekaligus guru para kiai Nusantara. Sejak keberangkatan, suasana religius sudah terasa kuat. Ribuan peserta secara istiqamah melantunkan dzikir, shalawat, dan doa sebagai bentuk tawassul serta penguatan spiritual sepanjang perjalanan.

Setibanya di Jombang, replika tongkat dan tasbih tersebut direncanakan akan diserahkan oleh KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy kepada KH. Fahmi Amrullah di makbaroh KH. Hasyim Asy’ari, Jombang. Penyerahan ini menjadi simbol kuatnya hubungan spiritual dan historis antara ulama Madura dan Jawa, sekaligus penghormatan kepada pendiri Nahdlatul Ulama.

Salah satu peserta asal Banyuates, Kabupaten Sampang, Abd. Aziz, mengaku bersyukur dapat mengikuti napak tilas dari Bangkalan hingga Jombang. Menurutnya, perjalanan tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin.

“Alhamdulillah saya bisa ikut napak tilas dari Bangkalan sampai Jombang. Harapan kami, semoga bisa mendapatkan barokah dari para muassis NU,” ujarnya. Minggu, (04/01/2026).

 

 

Editor :