KLIKJATIM.Com | Gresik– Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur mengambil langkah masif menuju percepatan pendaftaran tanah melalui pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gemapatas).
Kegiatan spektakuler ini dipusatkan di Desa Mojotengah, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, dan sekaligus menjadi langkah awal pembentukan Desa Binaan yang mengarah pada visi Jawa Timur Menuju Lengkap.
Kepala Kanwil BPN Jatim, Asep Heri, memimpin langsung pencanangan yang disambut antusias oleh berbagai pihak. Acara ini dihadiri oleh Kepala Bakorwil Bojonegoro, Agung Subagyo, mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua IPPAT Provinsi Jatim, serta perwakilan dari NU, Muhammadiyah Gresik, dan jajaran Forkopimda.
Kakanwil Asep Heri menegaskan bahwa gerakan ini adalah wujud nyata BPN Jatim dalam menginisiasi langkah awal edukasi dan literasi pertanahan hingga tingkat pemerintahan paling bawah. Gerakan ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden.
"Dengan mengusung tagline 'Dari Jatim Hebat untuk Indonesia', Desa Binaan ini diarahkan menjadi model integratif pelaksanaan seluruh program strategis nasional percepatan pendaftaran tanah," jelas Asep Heri.
Ia menekankan bahwa Gemapatas merupakan gerakan pra-sertipikasi, sebab memasang patok adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas BPN.
"Ini adalah fondasi kepastian hukum bagi masyarakat," tegasnya.
Gerakan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan aparat desa, memastikan batas-batas tanah diidentifikasi dan diakui sebelum proses pengukuran dimulai.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiasi BPN Jatim ini. Ia menilai kepastian hukum tanah adalah kunci investasi dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Gemapatas ini, rakyat diajak langsung untuk aktif memasang patok. Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jatim, Pemerintahan Kabupaten Gresik, NU dan Muhammadiyah, dan IPPAT juga membuktikan bahwa pertanahan adalah isu keumatan," ujar Alif.
Kepala Bakorwil Bojonegoro, Agung Subagyo, membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur yang menyatakan bahwa Gemapatas menunjukkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat Jawa Timur untuk menyukseskan program pertanahan nasional demi terwujudnya Indonesia yang maju.
“Kami akan mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk menjaga patok tanda batas. Mari jadikan Gemapatas sebuah gerakan yang tidak berhenti di sini, namun menjadikan pedoman bahwa pentingnya patok dalam kepastian hukum,” katanya.
Desa Binaan di Menganti ini akan menjadi miniatur pelaksanaan program-program unggulan BPN, meliputi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Redistribusi Tanah, Konsolidasi Tanah, Penataan Lintas Sektor (Lintor), serta pensertipikatan aset vital seperti BMN/BMD dan tanah Wakaf.
Puncak dari pencanangan ini adalah pemasangan patok secara simbolis yang menandai dimulainya gerakan serentak di seluruh Jawa Timur. Dalam satu hari ini, direncanakan dipasang patok sejumlah 1.814.786 unit.
Angka fantastis tersebut tersebar di 25 Kabupaten, meliputi 193 Kecamatan, dan menjangkau 622 Desa/Kelurahan di seluruh Jawa Timur.
Editor : Fatih