RADAR GRESIK – Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) di Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Gresik pada Kamis (30/10).
Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil BPN Jatim, Yetty Nurbuati Krystianti, didampingi oleh jajaran Kepala Subbagian dan Pejabat Fungsional Ahli Madya.
Tujuan utama Monev ini adalah meninjau capaian kinerja Kantah Gresik selama tahun berjalan, dengan fokus khusus pada penyerapan anggaran dan penyelesaian sertipikasi Barang Milik Negara (BMN).
Dalam rapat evaluasi, Kabag TU Yetty Nurbuati mengapresiasi kinerja Kantah Gresik, namun memberikan penekanan khusus pada dua isu krusial menjelang akhir tahun anggaran.
"Capaian Gresik sudah baik, namun kita harus terus mendorong agar realisasi anggaran bisa optimal menjelang akhir tahun anggaran. Selain itu, penyelesaian sertipikasi BMN harus menjadi prioritas utama demi tertibnya aset negara," tegasnya.
Kabag TU meminta Kantah Gresik untuk mempercepat proses sertipikasi BMN. Sertipikasi ini dinilai sangat penting untuk mengamankan aset-aset negara dan mencegah potensi terjadinya sengketa pertanahan di masa mendatang.
Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU), Bayu Indrajati, yang mewakili Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik yang berhalangan hadir, menyambut baik dan menyatakan komitmen penuh untuk segera menindaklanjuti arahan dari Kanwil BPN Jatim.
“Langkah-langkah strategis yang diarahkan akan segera kami ambil, termasuk memperketat koordinasi internal dan eksternal untuk memastikan sisa pekerjaan, terutama yang berkaitan dengan BMN dan administrasi keuangan, dapat diselesaikan tepat waktu,” ujar Bayu Indrajati.
Kegiatan Monev ini diakhiri dengan peninjauan fasilitas kantor dan diskusi terbuka mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antara Kanwil BPN Jawa Timur dan Kantah Kabupaten Gresik dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang akuntabel.
Editor : Fatih