KLIKJATIM.Com | Lamongan - Kabupaten Lamongan kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) predikat Nindya tahun 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, kepada Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Jakarta pada Jumat (8/8).
Ini merupakan penghargaan KLA keempat kalinya yang berhasil diraih Lamongan sejak tahun 2022. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan dalam memenuhi dan melindungi hak-hak anak.
Bupati Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, menyatakan bahwa penghargaan ini adalah hasil dari konsistensi Pemkab dalam mengembangkan berbagai program perlindungan anak.
Baca Juga : Bupati YES Ajak Warga Jaga Persatuan di Harlah ke-143 Desa Tlanak di Lamongan"Ini menandakan Pemkab Lamongan berhasil mempertahankan komitmen dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak," ujar Pak Yes.
Menurutnya, komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak adalah bentuk investasi jangka panjang. Anak-anak adalah aset berharga yang akan melanjutkan pembangunan daerah di masa depan.
"Mari kita siapkan generasi unggul dan berdaya saing untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Anak adalah generasi penerus yang harus tumbuh sehat, cerdas, dan berakhlak mulia," tambahnya.
Baca Juga : Bupati Lamongan Ikuti Groundbreaking SPPG Serentak, Dukung Program Makanan Bergizi GratisKomitmen Pemkab Lamongan diwujudkan melalui berbagai program inovatif, di antaranya:
- Beasiswa Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis): Beasiswa tahunan untuk memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap memiliki akses pendidikan yang layak.
- Aksi Biru (Anak Tidak Sekolah Kembali Sekolah Melalui Bakti Insan Guru): Program ini berfokus pada penuntasan masalah anak putus sekolah.
- Sadel Cepak (Desa Model Pencegahan Perkawinan Anak): Inisiatif dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lamongan untuk mencegah pernikahan anak usia dini.
- Sekolah Rakyat Menengah Atas (SR MA) 25 di Brondong: Program pemerintah pusat yang bertujuan mengentaskan kemiskinan dan menyediakan fasilitas pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu.
- Makan Bergizi Gratis (MBG): Program kolaboratif pemerintah pusat yang menyasar pemenuhan nutrisi siswa untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Baca Juga : Bupati Lamongan Buka Kejurkab dan Bupati Open 2025, Diikuti 724 Atlet Bulu TangkisKepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Lamongan, Umuronah, menuturkan bahwa prestasi ini tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, lembaga masyarakat, dan partisipasi aktif anak-anak.
Ia juga menegaskan target untuk meningkatkan predikat menjadi "Utama" di tahun mendatang, yang akan dicapai melalui penguatan regulasi dan fasilitas ramah anak di seluruh wilayah.
Penghargaan predikat Nindya diberikan oleh Kemen PPPA kepada daerah yang memenuhi indikator kunci, meliputi hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan, kesehatan, pendidikan, serta perlindungan khusus. (yud)
Editor : Rozy