klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Belajar di Indonesia, Mahasiswa Patani Ingin Majukan Thailand Selatan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Ratusan mahasiswa dan pelajar asal Patani, wilayah di Thailand Selatan, berkumpul dalam forum Majelis Kerjasama Pelajar Patani di Indonesia (MKPPI) yang digelar di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum (PP IBU), Jember.
Ratusan mahasiswa dan pelajar asal Patani, wilayah di Thailand Selatan, berkumpul dalam forum Majelis Kerjasama Pelajar Patani di Indonesia (MKPPI) yang digelar di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum (PP IBU), Jember.

KLIKJATIM.Com | Jember – Ratusan mahasiswa dan pelajar asal Patani, wilayah di Thailand Selatan, berkumpul dalam forum Majelis Kerjasama Pelajar Patani di Indonesia (MKPPI) yang digelar di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum (PP IBU), Jember.

Acara yang diselenggarakan pada Senin (4/8/2025) ini menjadi ajang konsolidasi dan pertukaran gagasan bagi para pemuda Patani yang menuntut ilmu di berbagai kota di Indonesia.

Menurut Dr. Ruslan Yusoh, seorang intelektual muda Patani yang baru saja menyelesaikan program doktornya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Indonesia dipilih bukan hanya karena kesamaan budaya Melayu dan identitas keislaman, tetapi juga karena kebebasan berpikir dan berpendapat yang dirasakan di sini.

Baca Juga : Ketahuan Curi Belasan Baju di Toko Jember, Dua Bersaudara Diamuk Massa
"Di Indonesia, kami belajar tentang ilmu, kepemimpinan, dan keberanian menyampaikan gagasan. Pengalaman ini sangat berharga untuk kami bawa pulang," kata Ruslan.

Saat ini, terdapat sekitar 400 mahasiswa dan pelajar Patani yang tersebar di berbagai kampus di Indonesia. Mereka memiliki cita-cita yang sama, yaitu memajukan kampung halaman.

Ruslan menjelaskan bahwa MKPPI merupakan forum penting untuk memperkuat koneksi dan bertukar gagasan, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.

Baca Juga : Ekonom Universitas Jember: Krisis BBM Harus Jadi Momentum Kolaborasi, Jangan Salahkan Satu Pihak
Patani, yang mayoritas penduduknya adalah Melayu-Muslim, menghadapi tantangan ekonomi berupa minimnya lapangan kerja. Namun, para alumni dari Indonesia membawa semangat baru. Mereka tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga berkontribusi langsung pada perekonomian lokal dengan membangun usaha kecil seperti warung kopi, bengkel, dan workshop edukatif.

Ruslan mencontohkan Dr. Abdul Rahman Diwani, alumni UNY yang kini menjadi tokoh pendidikan berpengaruh di Patani. Keberhasilan para alumni ini menginspirasi generasi muda Patani lainnya. Dengan bekal ilmu dan pengalaman dari Indonesia, mereka kini siap menjadi agen perubahan.

"Ilmu yang kami dapat bukan untuk diri sendiri, tapi untuk membangun Patani dari bawah,” tutup Ruslan. (yud) 

Editor :