KLIKJATIM.Com | Nganjuk - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meninjau langsung progres pelebaran dan pengaspalan jalan provinsi sepanjang 4 kilometer di ruas Jalan Nganjuk–Kediri.
Peninjauan ini dilakukan pada Senin (9/6) sore, berlokasi di Desa Kepatihan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.
Dalam kunjungannya, Emil Dardak menekankan pentingnya integrasi antara peningkatan kualitas jalan dengan penataan saluran air atau drainase. Menurutnya, langkah ini krusial agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Baca Juga : Anak Ajaib Bojonegoro Juara Olimpiade Matematika Dunia, Plt. Gubernur Emil Beri Hadiah dan Apresiasi
Ia menjelaskan bahwa pekerjaan tidak hanya berfokus pada pelebaran jalan, yang masing-masing 1,2 meter di sisi kiri dan kanan, tetapi juga meliputi pengaspalan ulang badan jalan yang rusak dengan ketebalan mencapai 30 cm. Oleh karena itu, fungsi drainase di sisi kanan dan kiri jalan menjadi sangat vital untuk menunjang keberhasilan proyek tersebut.
“Pekerjaan pelebaran ini merupakan bagian dari upaya peningkatan jalan provinsi yang dilakukan secara bertahap oleh Pemprov Jatim. Drainase harus benar-benar diperhatikan. Kalau saluran air tidak berfungsi dengan baik, maka perbaikan jalan tidak akan bertahan lama dan manfaatnya tidak akan maksimal," ujar Emil.
Namun, Emil menemukan sejumlah kendala di lapangan. Beberapa saluran air tampak tertutup lumpur dan bahkan ada yang mengalami sumbatan total. Kondisi ini tentu menghambat fungsi drainase dan berpotensi menyebabkan genangan, terutama saat musim hujan.
Baca Juga : Panen Raya Jagung di Ngawi, Plt Gubernur Jatim, Emil Tegaskan Siap Dukung Swasembada Pangan Nasional
“Kami minta agar saluran segera dibersihkan. Jangan tunggu sampai hujan datang. Aliran air harus lancar, saluran harus tetap fungsional,” tegasnya.
Selain itu, Emil juga menyoroti adanya bangunan permanen milik warga yang menutup akses ke saluran air, menyulitkan proses pemeliharaan.
“Kalau saluran dipermanenkan dan tidak bisa dibuka, kami tidak bisa melakukan maintenance. Ini harus segera didata dan ditertibkan. Saluran air perlu tutup yang bisa dibuka-tutup, agar tetap terjaga fungsinya,” jelas Emil.
Baca Juga : Tinjau Lokasi Banjir Lamongan, Plt. Gubernur Emil Fokuskan Penyaluran Bantuan Pengurukan Dan Logistik Warga
Ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek infrastruktur tidak hanya dinilai dari tampilan jalan yang mulus, tetapi juga dari sistem pendukungnya, termasuk drainase, yang menentukan ketahanan jangka panjang.
“Kita ingin jalan yang nyaman dan tahan lama. Maka dari itu, infrastruktur pendukungnya juga harus lengkap dan berfungsi baik. Tidak bisa dikerjakan setengah-setengah,” pungkas Emil.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan ketat terhadap proyek-proyek infrastruktur, termasuk pelebaran jalan dan penataan drainase, guna memastikan kualitas dan kebermanfaatan infrastruktur bagi masyarakat luas. (yud)
Editor : Wahyudi