klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

SDN Sukowati Bojonegoro Sebut Jumlah Turun Turun Akibat Polusi Udara Pabrik Tembakau

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kepala Sekolah SDN Sukowati Tituk Linawati.
Kepala Sekolah SDN Sukowati Tituk Linawati.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Diduga polusi udara  dari pengelolaan tembakau milik PT Sata Tec Indonesia menjadikan siswa di SDN Sukowati ini menurun. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SDN Sukowati Tituk Linawati.

“Kalau bau seperti ini terus ya menganggu para murid saat belajar, dan juga akan menurun tingkat kemauan belajar disini, sekarang aja sudah ada yang pindah sekolah siswanya,” katanya saat di temui di sekolah Senin (2/6/2025).

Menurutnya, dampak bau menyengat ini sangat terasa, sampai-sampai murid lulusan TK sini diduga tidak mau sekolah di SDN Sukowati karena bau menyengat. “Ya dari 20 siswa TK disini hanya 16 anak yang mendaftar,” tambahnya.

Lebih lanjut, untuk bau menyengat ini dirasakan muridnya setiap hari, kalau ada laporan ke pabrik tidak bau lagi, tapi besoknya bau lagi dan seterusnya. Malahan poduksinya sekarang 3 kali sehari katanya. “Semoga dengan adanya sidak dari DPRD Bojonegoro ini bisa memberilan solusi agar para siswa belajar dengan nyaman, pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mitroatin selaku wakil ketua DPRD Bojonegoro mengatakan, kedatangan kesini bukan mau merampok atau mengintrogasi, tetapi mencari solusi. Namun kata PT Sata Tec sudah ada semua perijinannya. “Kita besok akan mengundang DLH dan semuanya. Kalau ijin ada seharusnya baunya tidak menyengat,” kata Politisi Golkar dengan nada ketus. Senin (2/6/2026).

Menurutnya, Kalau ijinnya sudah keluar harus merevisi, kenapa kok seperti ini, ijin keluar tapi baunya malah menyengat seperti ini. “Kita pertanyakan kenapa kok ijin keluar tapi baunya menyengat, saya merasakan ini, saya kasian denagn anak-anak,” tambahnya.

“Saya tegaskan pemkab welcome dengan investasi di Bojonegoro karena bisa menyerap pengangguran, tetapi jangan merugikan masyarakat, kita sudah sepakat duduk bareng agar semua perijinanya diselesaikan dulu. Jangan beroprasi sebeluk ijin itu keluar, karena ini menyangkut masyarakat dan anak-anak sekolah utamanya,” ujar ketua Golkar Bojonegoro.

Sementara itu, Nur Wahyu selaku manajer PT Sata Tec mengatakan, kalau bau hilangkan 100 persen tidak bisa. Nur Wahyu juga mengklaim bahwa, baunya kadang bau kadang tidak, tapi jangan diklaim baunya sangat menyengat. “Dan ini semua sudah ada ijinya,” pungkasnya. (ris)

Editor :