klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jengkel, Tarif Rp 800 Ribu Dua Kali ML Ditawar Rp 500 Ribu

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Korban pembunuhan Ika Puspiota Sari. (istimewa)
Korban pembunuhan Ika Puspiota Sari. (istimewa)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kejadian pembunuhan terhadap Ika Puspita Sari (36), di lantai 8 Apartemen Puncak Permai Tower A Dukuh Pakis menyibak sisi gelap korban. Korban warga Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genok, Semarang ini ternyata menjalankan bisnis esek-esek melalui aplikasi medsos, Mi Chat.

[irp]

Korban menawarkan layanan sekali berhubungan badan (ML) sebesar Rp 500 ribu. Layanan ini kemudian menarik minat Ahmad Junaidi Abdillah (19), warga Kelurahan Kalangan Prao, Kecamatan Jrengrik, Sampang, Madura yang ngekos di Jl Sawahan III, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Karena tidak ada kesepakatan dan merasa dihina, pelaku akhirnya menghabisi nyawa korban.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui telah membunuh korban pada Rabu dini hari. Antara korban dengan pelaku sudah saling mengenal melalui media sosial. Pelaku berkenalan dengan korban di aplikasi mi chat. Dalam aplikasi itu, pelaku tertarik dengan tawaran jasa seks online yang disampaikan korban.

"Jadi dari keterangan pelaku, dia nekat menghabisi nyawa korban karena tersinggung dan sakit hati setelah dihina tak mampu membayar tarif sewa layanan seks yang dibandrol korban di aplikasi mi chat," sebut pelaku seperti dikutip Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandhi Nugroho.

[irp]

Saat itu sebenarnya sudah ada kesepakatan harga untuk layanan dua kali seks tarifnya Rp 800 ribu untuk dua kali berhubungan badan. Untuk sekali hubungan dipatok Rp 500 ribu. "Saya tanya,bisa ditawar atau enggak katanya bisa. Terus janjian ketemu jam 22.00 WIB di lobbi apartemen," aku Junaidi.

Di dalam pertemuan itu, tersangka menawar harga Rp 500 ribu untuk dua kali berhubungan seksual, hingga korban pun mengiyakan. Setelah sepakat, keduanya pun bercinta layaknya suami istri di unit apartemen nomor 857 yang disewa korban bulanan. Usai berhubungan badan, pelaku istirahat lalu meminta tambah lagi. Namun permintaan itu ditolak korban.

[irp]

"Saya mau main lagi katanya dia tidak mau terus saya dihina katanya gak mampu bayar dia. Saya tersinggung sampai akhirnya kejadian itu," ujar pelaku.

Karena dihina, pelaku kemudian adu mulut dengan korban. Ketika terjadi pecekcokan itu, pelaku melihat ada sebuah pisau dapur milik korban yang kemudian digunakan untuk menghabisi nyawa korban dengan cara menggorok leher korban sebanyak tiga kali. (hen)

Editor :