klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

97 Awak Bus di Jawa Timur Terancam Menganggur

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sejak merebak penyebaran virus corona (covid-19) di Jawa Timur, bisnis transportasi penumpang darat di Jawa Timur mengalami penurunan. Saat ini, jumlah bus yang beroperasi di jalanan Jawa Timur hanya tinggal 10 persen.

[irp]

Akibatnya penurunan penumpang bus, kru bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun bus Antar kota Dalam Provinsi (AKDP) di Jawa Timur terancam kehilangan pekerjaan. Jumlah awak bus secara total kurang lebih mencapai 97 ribu orang.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono menjelaskan, di Jawa Timur terdapat 2.500 unit armada bus AKAP dan 4.000 armada bus AKDP yang biasa melayani perjalanan setiap hari. Namun sejak pandemi corona berlangsung terjadi penurunan operasional. “Sekarang yang beroperasi kira-kira 10 persen. Baik AKAP maupun AKDP. Itupun sepi penumpang. Makanya sangat terpukul sekali,” kata Nyono.

Kondisi itu makin menurun jika sebentar lagi akan diberlakukan penyekatan pemudik di sembilan titik di Jawa Timur. Penyekatan ini terkait adanya larangan mudik menjelang Ramadan yang dinyatakan oleh Joko Widodo Presiden. Selama masa darurat Covid-19 ini disertai larangan mudik, serta akan berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga wilayah di Jatim, armada bus tetap diizinkan beroperasi. Tapi ada pembatasan.

[irp]

“Jadi nanti di sembilan check point itu akan ada pembatasan penumpang 50 persen. Di check point itu penumpang dicek suhu dan harus ada surat keterangan sehat. Di luar itu ya dikembalikan (diminta kembali),” ujarnya.

Mengingat kondisi Covid-19 yang sangat memukul pengusaha bus dan tenaga kerja yang selama ini menggantungkan hidup dari operasional bus AKAP dan AKDP, Pemprov Jatim akan melakukan intervensi. “Untuk itu Gubernur Jatim menyebut ada bantalan sosial untuk kondektur dan sopir. Hanya saja ini masih dipilah, mana yang termasuk penerima bantuan dari pusat atau dari kabupaten/kota. Jangan sampai overlap,” ujarnya. (hen)

Editor :