klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

RSKI Unair Kini Punya Ruang Khusus Penanganan Covid-19

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Rumah akit Khusus Infeksi (RSKI) Universitas Airlanggga Surabaya kini dilengkapi dengan ruangan khusus penanganan penyakit menular, khususnya akibat virus corona (Covid-19). Selain ruang isolasi dan ruangan ICU, RSKI juga menyiapkan ruang pemulasaran jenazah khusus penyakit menular.

Wakil Direktur Penunjang Medis RS Unair, Dr dr Imam Subadi SpKFR membenarkan, dua ruang ICU di lantai 4 akan digunakan sore ini. RS Unair juga sudah menyiapkan tenaga medis hingga Alat Pelindung Diri (APD).

[irp]

Ruangan khusus dioperasikan mulai Jumat (17/4/2020) kemarin. Peralatan medis di dua ruang ICU lantai 4 Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair Surabaya sudah lengkap. Dua ruang ICU itu total memiliki 20 tempat tidur. Renovasi ruangan khusus ini dibantu oleh perusahaan milik Chairul Tanjung, CT Corp.

Meski renovasi dilakukan secara bertahap dan belum selesai 100 persen. Tapi dua ruang ICU di lantai 4 sudah bisa digunakan untuk merawat pasien positif Corona. Baik di Surabaya maupun Jawa Timur.

[irp]

Selain itu, dalam merawat pasien, RS Unair dibantu Robot Medical Assitant ITS-Unair (RAISA). Nantinya RAISA akan membantu dan meringankan pekerjaan tenaga medis dan mengurangi penggunaan APD.

Sebelumnya Dirut RS Unair Prof Dr dr Nasronudin SpPD K-PTI FINASIM mengungkapkan, pelayanan pasien penyakit infeksi juga disiapkan sampai ke layanan jenazah. Seperti menyediakan tempat untuk menyolatkan, memandikan, merawat, ada pula ruangan steril bagi yang merawat.

"Menyiapkan sampai ke jenazah, tambahi tempat untuk menyolatkan, yang akan merawat disterilkan. Jadi sebelum masuk ruangan, ada bilik sebelum masuk, untuk mensterilkan. Itu alatnya canggih," jelasnya.

[irp]

RS Unair juga memperbolehkan keluarga untuk menyolatkan jika beragama Islam. Tetapi keluarga harus mengenakan APD. "Tempat salat bisa juga untuk keluarga, tapi pihak keluarga kita proteksi dengan APD," imbuhnya.

Mesin pendingin juga ada di dalam ruang jenazah. Namun untuk jenazah pasien Corona paling lama 4 jam sejak wafat harus segera dirawat dan dimakamkan. (hen)

Editor :