KLIKJATIM.Com | Jember - Kalangan DPRD Kabupaten Jember segera menuntaskan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, yang masuk Ranperda inisiatif DPRD Jember tahun 2024.
Anggota Komisi B DPRD Jember Nilam Noor Fadila Wulandari pun turut melakukan sosialisasi Ranperda tersebut di Desa Rowotengah, Kecamatan Sumberbaru, Jember, Jumat 6 Desember 2024 kemarin. Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber Akademisi Universitas Jember (Unej) Dr. Deasy Wulandari.
Dalam paparan, Nilam memastikan petani di wilayah Kabupaten Jember akan disentuh program perlindungan dan pemberdayaan lewat perda soal Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Lewat regulasi yang diatur dalam Ranperda tersebut petani akan mendapat perlindungan, terutama soal kepastian mendapatkan pupuk bersubsidi.
"Juga bagaimana soal kepastian lahan pertanian, kepastian produksi, kepastian harga jual hasil pertanian, dan juga kepastian soal pemasaran hasil pertanian itu. Sehingga nantinya para petani di Jember ini akan mendapatkan manfaat dan hasil sesuai yang diharapkan. Untuk soal pupuk bersubsidi, itu juga salah satu poin yang kita perhatikan," kata Nilam di DPRD Jember Sabtu 7 Desember 2024.
Terkait Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani itu, lanjutnya, merupakan Ranperda Inisiatif DPRD Jember tahun 2024. Bila Ranperda tersebut sudah rampung diharapkan bisa menjamin kepentingan petani.
"Kami akan memastikan jalan nya Perda Perlindungan dan Permberdayaan Petani ini. Juga mengawal teknis permodalan dan asuransi petani sesuai Perda dan mengawal kuota kebutuhan pupuk subsidi. Sekaligus dengan perda ini, diharapkan akan membantu pemberdayaan para ibu-ibu petani dengan pelatihan olahan hasil pertanian di Sumberbaru, diantaranya untuk komoditas Jeruk, jagung, dan ketela," sambung Nilam.
Baca juga: Kalahkan Petahana, Fawait-Djoko Susanto Memenangi Pilbup Jember 2024 dengan 588.761 SuaraLebih jauh kata Nilam, terkait pembahasan Ranperda tersebut Pihaknya juga menggandeng pihak akademisi di Universitas Jember (Unej).
"Kami akan berkolaborasi dengan dosen Universitas Jember dan para rekanan. Juga untuk para ibu keluarga petani, dapat menaikkan nilai tambah hasil pertanian," ucapnya.
Sementara itu, menurut Bupati Jember terpilih periode 2025-2030 Muhammad Fawait menyatakan dia berkomitmen mendukung perlindungan dan pemberdayaan petani di Jember.
Fawait mengatakan, meskipun dirinya belum dilantik sebagai Bupati Jember dia sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian RI untuk kepentingan petani di wilayah Kabupaten Jember.
"Kemarin saya bertemu dengan Pak Menteri Pertanian, dan beliau berkomitmen akan membantu para petani," kata Fawait saat berkomunikasi melalui sambungan videocall dengan Nilam di hadapan para petani.
"Insyaallah mulai tahun depan, kita (Jember) akan dibantu untuk bibit jagung sebanyak (kebutuhan) 10 Ribu Hektare, juga dibantu alat pertanian. Dibantu irigasi dan Insyaallah itu semua akan kami realisasikan bersama Yunda Nilam sebagai anggota DPRD Jember," sambung Fawait. (qom)
Editor : Muhammad Hatta