KLIKJATIM.Com I Bondowoso - Meroketnya harga pupuk membuat sejumlah petani di Bondowoso kalang kabut.
Seperti dialami petani di Kecamatan Tlogosari, Pujer, Jambesari Darussholah dan Tapen, Kabupaten Bondowoso, harga pupuk Urea tembus Rp 250 Ribu per 100 Kg. Terlebih untuk mendapatkannya tidak mudah alias langka.
[irp]Hafizd, salah seorang petani Desa Trotosari, Kecamatan Tlogosari mengatakan harga tak wajar pupuk ini sangat merugikannya. Hanya saja dia tak bisa berbuat apa-apa lantaran membutuhkannya. "Harga pupuk naik tidak di imbangi dengan harga padi yang nyaris tetap ," ujarnya, Selasa (14/4/2020).
[irp]Hafizd curiga ada oknum yang bermain. Pemerintah dan aparat penegak hukum diminta bertindak tegas dan mencabut izin oknum pengecer dan oknum distributor yang nakal.
Tak hanya itu, Sanusi, Warga Desa/ Kecamatan Jambesari, juga menyampaikan, bahwa harga pupuk di daerahnya mencapai harga Rp 2500 sampai Rp 3000 setiap pembelian 1 Kg jenis pupuk bersubsidi Urea.
"Jika membeli 100 Kg bisa menembus harga Rp 250 Ribu sampai Rp 300 Ribu rupiah," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Pak Yul, Salah seorang Warga yang tinggal di Kecamatan Pujer menyampaikan, bahwa harga pupuk di Pujer juga tembus seharga Rp 250 Ribu Jenis Urea setiap pembelian 100 Kg.
"Sedangkan pupuk Phonska harganya Rp 280 Ribu setiap pembelian 100 Kg," ujarnya.
Selain itu, Akhmad Kusairi Rahman, warga Desa Jurang Sapi, Kecamatan Tapen juga mengatakan, bahwa harga pupuk urea di wilayah Kecamatan Tapen mencapai Rp 220 Ribu setiap pembelian 100 kilogram pupuk. Sementara harga pupuk phonska Rp 240 Ribu setiap 100 kilogram.
"Harga itu sudah cukup berlangsung lama sejak bulan Januari dan Februari," pungkasnya.(SJP/rtn)
Editor : Redaksi