KLIKJATIM.Com l Pasuruan - Panitia Khusus (Pansus) menilai kinerja Gugus Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan lamban alias lelet. Hal ini terungkap dalam rapat kerja di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Kamis (9/4/2020) siang.
Merespon hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi memberikan beberapa catatan kepada Satgas Covid-19 yang sudah terbentuk agar memberikan perencanaan secara komprehensif. Mengingat Kabupaten Pasuruan sudah dikepung wilayah yang sudah terpapar Virus Corona. Ia menilai, Satgas kurang mensosialisasikan pencegahaan.
[irp]
"Jujur harus diakui, penanganan yang sekarang memang terlihat agak gagap karena kalah cepat dengan kemunculan penderita positif Covid-19," ujar Andri Wahyudi dalam forum rapat kerja.
Saifullah Damanhuri, Waki Ketua Pansus Covid-19 juga menyoroti langkah satgas yang kurang cepat dalam mempersiapkan mitigasi bencana penanganan penyebaran virus Corona. Tak hanya itu, sambung dia, langkah mitigasi Satgas juga dinilai belum maksimal. "Padahal anggaran global yang disiapkan Rp 77 miliar, namun yang terserap hanya Rp 1,5 miliar saja. Ini kan sangat riskan," ucapnya.
Kritikan sama dilontarkan Joko Cahyono, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan. Dia menyampaikan, seharusnya Satgas Covid-19 sudah mempersiapkan langkah antisipasi sejak awal adanya penularan virus Corona. "Jangan hanya teori saja, tapi perlu kongkritnya," ujarnya.
Ia menilai, kurangnya komunikasi antara instansi di bawah dengan di atas. Contohnya, di tingkat Puskesmas tidak ada APD. Padahal Puskesmas merupakan garda terdepan penanganan virus mematikan ini. "Sampai-sampai masker dan handsanitazer tidak ada di Puskesmas," imbuhnya.
Kritikan juga dilontarkan Kasiman, anggota Pansus Covid-19. Dikatakan dia, Satgas Covid-19 harus bisa paparkan mulai perencanaan, penggunaaan, sampai pencegahan. "Tolong Pak Anang harus bisa menjelaskan penggunaan anggaran plus data. Kami sangat support langkah Satgas dalam melakukan pencegaan virus Corona," ucapnya.
Selain itu, Kasiman juga mewacanakan apakah Pemkab Pasuruan perlu alokasi penambahan anggaran atau tidak itu perlu dibahas lagi. "Tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah bagaimana persiapan rumah sakit rujukan yang benar-benar taat standar operasi prosedur (SOP). Bagaimana sumber daya medisnya memadai dan cukup atau tidak. Persiapan obat, alat pelindung medis, serta logistik ke rumah sakit, baik pangan hingga farmasi bisa berjalan dengan baik atau tidak," pungkasnya.
Menanggapi kritikan tersebut, Anang Saiful Wijaya, Jubir Gugus Satgas Covid-19 mengatakan, langkah awal pihakya akan melakukan pemetaan bagi warga terdampak Virus Corona. "Ada enam ribu warga kurang mampu di Kabupaten Pasuruan. Sedangkan dua belas warga ini tidak dilengkapi by dress by name. Kalau kita berikan takutnya ada masalah di kemudian hari," papar Anang.
[irp]
Selain itu, pihaknya akan berikan paket sembako kepada warga terdampak. "Persoalannya bantuan tunai Rp 200 ribu diberikan dua minggu atau satu bulan sekali. Ini yang perlu dikordinasikan lagi," tutup dia. (dik/bro)
Editor : Redaksi