KLIKJATIM.com - Bisnis makanan seringkali mengalami kendala dari salah satu faktor terpenting, yakni juru masak alias chef. Ini terjadi di banyak jenis bisnis makanan, termasuk pempek.
Walau punya kemampuan memasak yang baik, sentuhan seorang chef tentunya akan berbeda dengan chef lainnya walau memasak sebuah hidangan yang sama.
Masalah kerap muncul ketika seorang chef dari sebuah restoran atau warung mengundurkan diri. Ketika tanggung jawab tersebut berganti ke chef lain, biasanya rasanya akan berbeda. Celakanya, hal ini bisa menyebabkan sebuah tempat makan kehilangan pelanggan setianya gara-gara faktor tersebut.
Berangkat dari keluhan tersebut, badan bisnis waralaba Royal Corporation.ID melaluiPempekRoyal.com menghadirkan solusi berupa sentra kitchen online yang siap men-support franchise di seluruh Indonesia.
"Ini supaya rasa pempek selalu konsisten dan tidak ada ketergantungan terhadap chef. Produk-produk frozen yang disajikan juga dipastikan tahan lama dan hampir tidak ada risiko membuang produk maupun risiko fraud karena terkoneksi software yang dapat dipantau dari handphone Anda,” tutur Anita Feng selaku founder PempekRoyal.com lewat keterangan tertulis yang diterima.Anita meneruskan, pengalamannya selama kurang lebih 14 tahun dalam bisnis waralaba kuliner membuat pihaknya sudah mengerti betul bagaimana cara mengelola merek, SOP, SOM serta menghadirkan kualitas yang konsisten serta membangun merek menguntungkan bagi franchise.
Ia merinci, proses penggorengan nantinya akan dilakukan di outlet dan dikelola menggunakan mesin penggorengan yang di-setting derajat dan juga menitnya. "Hal ini membuat konsistensi makanan terjaga. Tidak perlu tenaga kerja khusus karena akan ada pergantian tenaga kerja di outlet," ujarnya.
Lebih lanjut, Anita menuturkan, mendirikan bisnis dengan franchisor berpengalaman tentunya akan menghemat waktu dan learning curve. "Pebisnis pemula bisa langsung menggunakan merek terkenal, SOP dan SOM yang sudah siap, produk yang sudah siap, langsung mengelola omzet dan juga potensi profitnya," tutupnya. (jp/gin)
Editor : Redaksi