klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Keluarga Bayi di Gresik yang Meninggal Usai Dengar Petasan Lapor Polisi

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Bayi di Gresik yang meninggal setelah sakit usai dengar letusan petasan (Ist)
Bayi di Gresik yang meninggal setelah sakit usai dengar letusan petasan (Ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Orang tua bayi berusia 38 hari di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng yang meninggal dunia diduga karena kaget mendengar suara petasan tetangga melapor ke polisi.

Langkah pihak keluarga bayi  memilih untuk melapor polisi karena penyulut petasan hingga saat ini tidak ada itikad baik.

Bibi bayi tersebut, Nufus (22) mengungkapkan, kejadian nahas itu tepat di momen lebaran 1 Syawal 1444 Hijriah, Sabtu (22/4) lalu.

Dikatakan, sekira pukul 19.00 WIB, tetangga korban berinisial T yang hanya berjarak 2 rumah menyalakan petasan atau mercon udara berukuran cukup besar. Bahkan abu mercon itu hingga masuk ke rumah korban.

"Setelah mendengar suara mercon itu, keponakan saya kaget hingga mata sebelah kanan langsung nutup tidak bisa dibuka. Bahkan lidah korban juga langsung kaku terbalik menutup rongga mulut hingga tidak bisa diberi asi," cerita Nufus di rumahnya.

Melihat kondisi korban yang kian mengkhawatirkan, pihak keluarga memutuskan untuk membawa bayi ke klinik, bidang hingga rumah sakit.

Puncaknya, Rabu (26/4/2023) siang, bayi perempuan itu harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fentilator di Lamongan. Bayi langsung masuk ruang ICU dengan kondisi koma.

"Berdasarkan CT Scan terjadi pecah pembuluh darah di bagian otak. Awalnya dokter menduga karena benturan. Namun setelah kami jelaskan, kemungkinan besar pecah pembuluh darah itu akibat kaget yang dialami korban. Akhirnya keponakan saya meninggal Kamis (27/4/2023)," imbuh Nufus.

Kepergian N pun menjadi duka mendalam bagi pasutri Nur Hasim dan Nur Faiza. Keduanya lemas dan terus menangis. Ditambah lagi, hingga saat ini T tidak ada itikad baik untuk meminta maaf.

"Hingga hari ini belum minta maaf secara tulus ke rumah. Sudah lapor ke Polsek Benjeng, tapi kayaknya proses di Polres," tandasnya.

Nufus sudah menyerahkan semua berkas dan bukti kepada polisi untuk menjadi pelengkap laporan. Salah satunya hasil CT Scan dari rumah sakit yang menyatakan adanya pembulu otak yang pecah.

"Sudah kita serahkan semuanya. Tinggal menunggu proses pemanggilan saja. Senin (8/5/2023) kami akan memberikan keterangan," tutur Nufus.

T sebenarnya sudah sempat datang ke rumah keluarga korban. Waktu itu, pria yang sudah menjadi seorang kakek itu mengaku sungkan sehingga tidak langsung meminta maaf.

Baru ketika Pemkab Gresik datang ke rumah korban, dia bersama istrinya datang untuk menyampaikan maaf dan belasungkawa.

Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirhdan membenarkan hal itu. Pihaknya masih mempelajari laporan dari keluarga bayi tersebut.

"Sudah dilimpahkan oleh Polsek, namun kami akan lakukan pemeriksaan dan penyelidikan dulu. Sebab dari penuturan pihak keluarga itu kan awalnya kaget setelah dengar suara mercon," kata Aldhino.

Untuk itu, lanjut Aldhino, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap keluarga bayi dan penyulut petasan. Termasuk pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. "Mohon waktu, kami masih melakukan penyelidikan," tandas lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2015 tersebut. (yud)

Editor :