klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Naik Kelas, UMKM Surabaya Ditopang 40 Persen APBD

avatar Fatih
  • URL berhasil dicopy
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno menyaksikan langsung pelatihan UMKM di Semolowaru. (sar)
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno menyaksikan langsung pelatihan UMKM di Semolowaru. (sar)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno menyebut Pemkot Surabaya serius menggerakkan pemberdayaan UMKM pasca pandemi. Terbukti kegiatan usia ini ditopang APBD sebesar 40 persen. Tak hanya itu, pemerintah dan swasta juga tengah berkolaborasi agar UMKM naik kelas.

“UMKM di kota Surabaya butuh kolaborasi antara pemerintah dan swasta. Untuk menjadikan UMKM naik kelas. Ada dukungan swasta disamping dari dukungan Pemerintah kota,” ujar kata Anas saat menghadiri pelatihan UMKM di Kelurahan Semolowaru, Jumat (17/2/2023).

Anas Karno mengapresiasi kolaborasi yang dijalin perusahaan swasta dengan kelompok UMKM. Untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM Surabaya. “Hal itu tidak cukup, jika tidak ada semangat gotong royong dari pihak swasta dalam peningkatan kemampuan UMKM. Hal seperti ini harus didukung,” kata legislator Fraksi PDIP Surabaya itu.

Anas Karno menjelaskan, program pendampingan dan pelatihan terhadap UMKM harus intensif dilakukan. Supaya UMKM memiliki bekal yang cukup, ketika menggeluti bisnis. “Karena itulah jika UMKM ini terus bergerak, harus terus mendapatkan perbaikan-perbaikan untuk ke depannya. Sehingga bisa menggerakkan ekonomi,” terangnya.

Sementara itu, Marlin staf pemasaran Kobe, perusahaan produsen bahan makanan berharap, kegiatan pelatihan seperti ini mendorong pelaku UMKM memiliki inovasi. Sehingga produk-produk yang dihasilkan kian berkembang. “Sehingga nantinya UMKM ini bisa meningkatkan pendapatan melalui inovasi dari produk yang mereka jual,” imbuhnya.

Sedangkan Widi Hidayat staf operasional PT. BPR SAU mengatakan, BPR SAU sebagai lembaga perbankan milik Pemkot Surabaya menyediakan program pinjaman modal untuk UMKM dengan bunga yang sangat rendah. “Kami terus memberikan suport permodalan kepada UMKM agar bisa mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan,” imbuhnya.

Selain bunga yang sangat ringan BPR SAU juga memberikan kemudahan pelaku UMKM untuk mengakses progam pinjaman modal. “Kami terus mensosialisasikan agar UMKM bisa mengakses permodalan dari kami,” pungkasnya. (sar/fat)

Editor :