klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kreatif, Selokan Air Depan Kantor Kelurahan di Jember Disulap Jadi Kolam Ikan

avatar Fatih
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.COM | Jember - Ada yang berbeda dari tampilan depan Kantor Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Jember. Terdapat selokan air disulap jadi kolam ikan. Lebih dari 1500 bibit ikan air tawar disebar di selokan ukuran 15 x 1,5 meter itu.

Lurah Tegal Gede, Abdul Khamil menjelaskan ide pemanfaatan selokan air itu berawal dari kesadaran warga untuk menjaga lingkungan sekitar dari sampah. Khususnya, saluran selokan, irigasi, dan sungai yang melintas di wilayah setempat. Setelah itu, warga bergotong royong membersihkan selokan air sebelum ditabur benih ikan.

“Jadi ide awalnya itu, merespon kenapa masih banyak tumpukan sampah di aliran air sekitar wilayah kelurahan saya. Sehingga saya berikan edukasi, ada potensi alam yang baik, jika dapat memanfaatkan aliran selokan dan irigasi ataupun juga sungai yang ada,” kata Khamil saat dikonfirmasi di kantornya, Minggu (18/12/2022).

Menurut Khamil, sebelumnya banyak membandel dengan membuang sampah di saluran air. Poster larangan membuang sampah di kawasan irigasi pun diabaikan. Dari semangat dan ide itu, lanjutnya, Khamil melihat potensi di aliran selokan yang berada di depan kantornya.

“Kita lihat aliran selokan di depan Kantor Kelurahan itu kan airnya terus mengalir. Namun kualitas airnya kan kurang bagus. Karena berisi limbah rumah tangga dan lain sebagainya. Sehingga dari situ, kita semangat untuk kemudian dicoba menggali agar agak dalam. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk kolam ikan itu. Tujuan digali lebih dalam itupun, juga bertujuan jika musim kemarau. Aliran air jika sangat kecil, ikan yang ada di sana masih bisa hidup,” jelasnya.

Setelah itu, kata Khamil, dirinyapun kemudian mengajak warga untuk kerja bakti dan tergerak menuangkan idenya terkait kolam ikan.“Dari sana warga kemudian sadar dan tergerak untuk peduli, dengan kemudian menyumbang batu (untuk membuat kolam ikan), ada yang membantu mengecat batu di sekitarnya. Akhirnya terbentuklah kolam ikan yang memanfaatkan saran selokan itu,” katanya.

“Bahkan banyak beredar informasi di warga, bahwa Pak Lurah sekarang merawat dan mengembang biakkan ikan. Mohon jangan dikotori. Ternyata cara ini lebih efektif, untuk kemudian warga sadar dan tergerak menjaga lingkungan khususnya aliran selokan dan sungai dari sampah,” sambungnya.

Terbukti, kata Khamil, sampah saat ini pun berkurang. “Warga pun sadar saling menjaga kebersihan sungai. Apalagi dengan posisi kita di hilir, kita sadari, untuk sampah tidak serta merta dilakukan oleh warga. Tapi mengalir dari hulu aliran sungai. Karena kan aliran air selokan, irigasi, dan sungai itu. Mengalir dari hulunya Sungai Kotok, Kalisat sampai di Sungai di wilayah Antirogo,” katanya. (M Hatta /fat)

Editor :