KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kementerian kesehatan merilis tiga kota di Jawa Timur menjadi wilayah transmisi penularan corona virus atau covid-19. Ketiga wilayah itu adalah Kota Surabaya, Kabupaten Malang dan Kabupaten Magetan.
[irp]
Public Health Emergency Operation Center Kementerian Kesehatan RI menyebut, wilayah transmisi lokal yakni wilayah yang melaporkan kasus konfirmasi yang penularannya diketahui secara lokal di wilayahnya. Untuk mengurangi angka penularan, warga diminta melakukan social dan physical distancing.
dr Joni Wahyuhadi, Komandan Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 Jatim sekaligus Direktur RSU Dr Soetomo Surabaya menjelaskan, penetapan transmisi lokal tersebut karena grafik ODP dan PDP di 3 wilayah tersebut terus naik. "Jika melihat pola penyebaran, grafiknya naik terus terutama ODP dan PDP. Harus kita waspadai karena naiknya signifikan," kata dr Joni.
[irp]
Ditambahkan, angka kenaikan ODP dipengaruhi oleh perilaku masyarakat seperti tetap berkerumun di keramaian. ODP naik karena dipengaruhi perilaku kita dan masyarakat sekitar. Kalau mau ODP turun maka harus menjaga jarak, lalu memakai masker. Dr Joni sekali lagi mengimbau warga di wilayah transmisi untuk bekerja di rumah saja atau work from home. "Dan untuk beraktiftas, sekarang kalau di luar harus memakai masker karena daya tular covid-19 sangat luar biasa," jelas dia
Joni menilai, social distancing/physical distancing bisa menekan angka ODP hingga 40 persen. Pasalnya, penyakit Covid-19 memiliki daya tular yang luar biasa. Teori apapun, social distancing bisa menurunkan laju 40 persen ODP. Kalau kita satu ruangan dengan orang yang positif corona tapi carrier, jadi tidak memiliki sakit klinis, satu ruangan saja bisa terkena semua karena penyakit ini daya tularnya luar biasa," tegasnya. (rtn/hen)
Editor : Wahyudi