KLIKJATIM.Com | Gresik — Polres Gresik memeriksa memeriksa 18 saksi kasus dugaan penistaan agaama pernikahan tidak lazim antara manusia dan kambing.
Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Aziz menyampaikan, Hari ini, penyidik minta keterangan 18 saksi. Dari 18 saksi tersebut, 2 orang diantaranya dari anggota DPRD,"
"Ya kami mintai keterangan," kata dia, Senin (13/6/2022).
Dia menyebut, penyidik tak perlu meminta izin untuk meminta keterangan dari anggota DPRD. Sebab, sudah diatur dalam Undang-Undang MD3 (MPR, DPR,DPD, dan DPRD) Nomor UU No. 13 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014.
"Jadi, saat memanggil 2 anggota DPRD tak perlu minta izin," jelasnya.
Azis menyatakan bahwa saksi yang dipanggil dalam perkara ini tak menutup kemungkinan akan terus bertambah.
"Saksi dimungkinkan akan bertambah," tuturnya.
Menurut dia, pemeriksaan 18 saksi itu dalam perkara dugaan pasal 156 KUHP tentang penistaan agama.
"Ancaman hukuman 4 tahun penjara," ungkapnya.
Polres Gresik akan berkoordinasi dengan MUI dan tim ahli untuk menangani kasus ini. Langkah itu dilakukan untuk mendalami perkara yang tengah ditangani.
"Perkara ini tengah kami dalami. Kami kordinasi dengan MUI. Ini masah diduga. Masih pemeriksaan saksi-saksi. Belum tersangka," kata Azis
Mantan Kapolres Ponorogo itu menargetkan penanganan perkara dugaan penistaan agama ini tuntas secepatnya.
"Target kami, secepatanya selesai," ucapnya.
Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik, resah, anarkis, dan jangan meremahkan dalam merespons kasus pernikahan manusia yang melibatkan kambing.
"Serahkan kepada Polres Gresik yang tengah menanganinya," imbuhnya.
Polres Gresik kini tengah menjaga barang bukti agar tak rusak. Karena itu, kata Azis, petugas menjaga Pesanggrahan Keramat Ki Ageng yang digunakan untuk ritual pernikahan.
"Kami minta jangan merusak barang bukti," imbaunya.
Disinggung apakah penanganan kasus yang melibatkan anggota DPRD Gresik dan pengurus partai politik ada intervensi, kapolres menegaskan tak ada intervensi.
"Saya pastikan tak ada intervensi dari pihak nanapun. Kami juga tak mau diintervensi," pungkasnya.
18 orang itu terdiri dari dua anggota DPRD Gresik, pelapor dari pengurus LSM Informasi dari Rakyat Gresik, Aliansi Warga Cerdas Gresik, Aliansi Masyarakat Peduli Gresik, GP Ansor, dan saksi yang hadir di pernikahan manusia dengan kambing di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar
Urung Demo di Jember, MAKI Jatim Pilih Kawal Dana Talangan Rp786,57 Miliar
KLIKJATIM.Com | Jember – LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur membatalkan rencana aksi unjuk rasa yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di …
BPH Migas Dorong Perluasan Jargas Bojonegoro, Baru 55 Persen Alokasi Gas Terserap
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong optimalisasi pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) bagi rumah t…
Lewat Revolusi 888, SGN Pacu Kinerja Pabrik Gula Hingga Tembus Rendemen 8 Persen
KLIKJATIM.Com | Sragen – Momentum tanggal 8 Agustus 2026 menjadi catatan sejarah penting bagi PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).…
Sambut HUT ke-81 RI, Gressmall Gelar Merdeka Cup 3x3 Basketball 2026 di Giri Elevation Court
KLIKJATIM.Com | Gresik – Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berlangsung meriah di Gressmall Gresik.…
Upaya Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Natuna Digagalkan Tim Gabungan
Kepulauan Riau - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, Bareskrim Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polda Kepulauan…
Patra Logistik dan Universitas Brawijaya Dukung Pengembangan Potensi Kopi di Kalipuro Banyuwangi
KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – PT Patra Logistik menunjukkan komitmen keberlanjutannya dengan menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijay…