klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tiga Kurikulum Tambahan Digagas Disdik Gresik Mulai Tahun Ini

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Tahun ajaran 2022/2023 siswa SD dan SMP di Gresik bakal menerima kurikulum tambahan seperti sejarah lokal Gresik
Tahun ajaran 2022/2023 siswa SD dan SMP di Gresik bakal menerima kurikulum tambahan seperti sejarah lokal Gresik

KLIKJATIM.Com | Gresik —Tahun ajaran baru 2022/2023 mendatang para siswa SD dan SMP di Gresik bakal menerima kurikulum tambahan. Seperti kurikulum sejarah lokal Gresik, edukasi wisata, dan kelas tahfidz.

Kurikulum tambahan tersebut merupakan gagasan dan inovasi Dinas Pendidikan Pemkab Gresik untuk membuat generasi muda kembali menjaga kearifan lokal. Selain itu, budaya islami yang kental di Gresik juga terjaga.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Gresik, S. Hariyanto mengatakan, khusus mengenai kurikulum sejarah lokal bakal dimulai tahun ajaran baru Juli nanti. Dalam materinya, para siswa jenjang TK hingga SMP akan mendapatkan kurikulum sejarah lokal ini.

"Didalamnya ada materi hubungan islamisasi Gresik, perdagangan internasional Gresik, kolonialisasi di Gresik. Ada banyak lagi seputar sejarah Gresik di masa lampau," kata Hariyanto.

Dengan mempelajari sejarah lokal ini, para siswa juga sekaligus mendapat pelajaran lain. Baik itu agama hingga ilmu pengetahuan sosial (IPS).

Sementara itu untuk kelas tahfidz baru dimulai satu sekolah sebagai pilot project. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) terdapat jalur tahfidz al quran. Namun selama ini belum ada sekolah yang memiliki kelas khusus tahfidz itu.

Mulai tahun ajaran 2022/2023 nanti, SMPN 2 Gresik dipilih menjadi pilot project kelas tahfidz tersebut.

Kepala SMPN 2 Gresik Beri Avita mengatakan, nantinya terdapat satu rombongan belajar (rombel) dengan pagu 32 siswa. Kelas tahfidz ini merupakan kelas tambahan di luar mata pelajaran reguler.

Menurutnya, kelas tahfidz ini bisa mengakomodir para siswa baru yang mendaftar dengan jalur tahfidz. Sehingga hafalan al quran mereka tetap terjaga bahkan bisa bertambah. 

"Dalam kurikulum itu memang dituntut menambah hafalan siswa. Harapannya pilot project ini sukses," ungkap dia.

Berkaca pada pendaftar tahfidz al quran pada 2021 kemarin sebanyak 28 siswa. Artinya masih terdapat pagu untuk siswa reguler masuk kelas ini. Beri menyebut, siswa reguler bisa masuk dalam kelas tahfidz ini. Namun pihak sekolah akan melakukan tes awal untuk seluruh siswa baru. Hal itu dilakukan untuk mengetahui potensi siswa. 

"Sehingga siswa diarahkan kemana bisa mengacu tes awal itu," imbuh Beri. (yud)

Editor :