KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Satu persatu pencanangan pengembangan wisata di Kabupaten Ponorogo bakal terwujud. Terdekat adalah proyek water fountain atau air mancur untuk memperindah Telaga Ngebel.
Proyek itu sudah mengambil garis start. Tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya (UB) Malang memaparkan tahapan pembangunan water fountain, yang dapat menari di destinasi wisata andalan Ponorogo.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menegaskan proyek water fountain di Telaga Ngebel sudah memasuki perancangan detail engineering design (DED). Serta melengkapi dokumen lingkungan dan analisis mengenai dampak lalu lintas (andalalin), dan penunjukan konsultan pengawas.
Bahkan tim juga sudah survei ke lokasi. Dia berharap tahun ini bisa lelang dan segera mulai pekerjaan. "Mudah-mudahan tahun ini bisa naik lelang," ujar Kang Giri---sapaan Bupati Sugiri Sancoko—.
Dia mengungkapkan bahwa pembangunan water fountain itu tidak dapat tergesa-gesa. Sebab harus melibatkan lintas sektoral. Di antaranya Pemprov Jatim, Perhutani, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
Karena selalu ada koordinasi. Agar tidak terjadi kesalahpahaman. Mengembangkan kawasan strategis di Telaga Ngebel butuh tahapan. Tanpa kecuali, termasuk pembangunan water fountain yang diawali dengan persiapan sarana penunjang.
Pengembangan akan memerlukan anggaran lebih besar jika harus menyediakan sentra pedagang, area parkir memadai, dermaga wisata air, pasar agrobisnis, dan pembangunan jalan layang.
‘’Anggarannya belum cukup kalau ingin kita paksakan,’’ ujarnya sembari menyebut Telaga Ngebel, memerlukan daya pikat tambahan selain keindahan alamnya.
Sementara, salah seorang pemateri dari LPPM UB yang menjabarkan master plan water fontern, Eddi Basuki Kurniawan menjelaskan bahwa proyek ini diawali pekerjaan tribun area, pembangunan tempat panel kontrol, dan pengadaan travo listrik pada Agustus hingga Desember 2022.
[caption id="attachment_107967" align="aligncenter" width="1075"]
Pemaparan master palace water fontern di Telaga Ngebel. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)[/caption]
"Mewujudkan water fountain itu membutuhkan infrastruktur penunjang,’’ kata Eddi.
Eddi mengatakan, jika sesuai plant dari UB adalah awalnya membangun water fountain-nya di tahun 2023. Menurut dia, posisi water fountain di perairan telaga. Tidak berada di tengah dan tidak terlalu di pinggir.
"Tidak 24 jam ya. Nanti ada jam-jam tertentu tergantung pemograman," tambah Eddi yang juga dosen UB ini.
Nah, ketika sudah diprogram tentu masyarakat tahu jam-jam mana yang menyala. Mereka yang ingin menikmati juga bisa mendekat.
Eddi membeberkan, membangun water fountain membutuhkan dana Rp15 Miliar secara keseluruhan. Anggaran sebesar itu untuk pekerjaan tribun area, rumah panel, pengadaan travo listrik dan water fountain-nya.
“Sesuai misi bupati menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan Ponorogo, dengan mengembangkan kawasan strategis di Telaga Ngebel,” pungkasnya. (adv/nul)
Editor : Fauzy Ahmad