KLIKJATIM.Com | Surabaya -Kejuaraan balap sepeda Suroboyo Race Piala Wali Kota Surabaya 2022 dijadikan ajang pemanasan bagi ISSI Surabaya menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VII/2022. Terlebih hajatan olahraga terbesar di Jatim ini tersisa 1,5 bulan yang membutuhkan perhatian serius.
Pelatih balap sepeda Surabaya, Rasditya Didit mengaku hasil kejuaraan Suroboyo Race, di sirkuit Kompleks GBT, Surabaya Minggu (15/5/2022) belum sepenuhnya bisa dijadikan tolok ukur. Menurutnya salah satu pesaing terberat Surabaya adalah Kota Malang, yang kebetulan absen.
“Pesaing terberat Surabaya adalah Kota Malang, dan kebetulan (ISSI Kota Malang) tidak tampil di ajang ini. Apabila tampil bisa dijadikan tolok ukur,” kata Didit, sapaannya selepas lomba.
Dia mengakui selama balapan Suroboyo Race ini pebalapnya sanggup bersaing dengan daerah-daerah lain. Terutama bila dibandingkan dengan tim asal Kabupaten Blitar, Kabupaten Mojokerto, maupun Kabupaten Probolinggo.
“Kekuatan empat pebalap Surabaya yang turun di Suroboyo Race ini cukup merata. Itu sebabnya kami menargetkan satu emas di nomor beregu pada Porprov nanti. Berbeda dengan pesaing kami, utamanya Malang, yang kekuatannya ada di pebalap pertama,” Didit menambahkan.
Di kelompok men junior (17-18) dimenangkan pebalap Happy Monday Cycling Team, Naufal Faris Taufiqulhakim. Dia menyelesaikan balapan dengan catatan waktu 27 menit 29 detik, dengan 13 poin. Sebetulnya poin itu sama dengan yang dimiliki Yudhan Yanuarza Setiawan. Namun posisi finis menempatkan Naufal berhak menjadi juara.
Pebalap Nusantara Cycling (Yogyakarta), Abdul Gani merebut gelar juara di kelompok senior putra. Dia unggul satu poin atas Angga Dwi Wahyu (Roojai Cycling Team) yang mengoleksi 14 poin. Di posisi ketiga direbut Mochammad Roihan Salim (SCID Racing Team) dengan enam poin.
Suroboyo Race Piala Wali Kota 2022 merupakan tindak lanjut dari ajang serupa pada 14 Desember 2021 lalu. Selain itu, ajang ini dibarengkan dengan Piala Wali Kota yang sempat mandek akibat pandemi Covid-19.
Hal yang membedakan dengan pelaksanaan tahun 2021 lalu adalah dimasukkannya nomor fixie dan sepeda lipat (seli). Masuknya dua kategori ini untuk menampung penghobi sepeda yang cukup booming sejak meletusnya virus corona 2020 lalu.
“Biasanya dalam sebuah perlombaan itu tidak ada kategori seli, mini track, dan fixie. Nah tahun ini kita tambahkan, jadi kami juga ingin menjaring teman-teman pesepeda lainnya, bukan hanya road bike,” kata Ketua Panitia Suroboyo Race 2022 Junaidi Widyanto Irwan. (arif)
Editor : Redaksi
Kotak Amal Masjid Al Barokah Ponorogo Dibobol Maling
Aksi pencurian kotak amal di masjid Betro terjadi di Ponorogo hingga viral di media sosial (medsos). wilayah Desa Ketro, Kecamatan Sawoo Ponorogo…
ABK Terjatuh di Perairan PLTU Tuban, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama M. Solikhin Aufal (44) dilaporkan hilang saat sedang melaut di perairan Kabupaten Tuban. Pria yang merupakan warga Tuban…
Lima Pengedar Ribuan Pil Koplo dan Sabu Digulung Polres Gresik
Satresnarkoba Polres Gresik membongkar jaringan peredaran shabu dan pil koplo lintas wilayah yang beroperasi di Kabupaten Gresik hingga Lamongan…
Bupati Ipuk Apresiasi Roadshow SATU Indonesia 2026 di Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendukung kegiatan roadshow Satu Indonesia Awards Ke-17 Tahun 2026 yang digelar perdana di Kabupaten Banyuwangi…
Kapolres Jember Ungkap Motif Pembunuhan Kurir Dilatarbelakngi Dendam Lama
KLIKJATIM.Com | Jember -Satreskrim Polres Jember mengungkap motif di balik pembunuhan M. Syaiful Afandi (21), seorang kurir ekspedisi Desa Purwoasri, jember…
Sepanjang Mei 2026, Polres Blitar Ungkap 12 Kasus Narkoba
Satresnarkoba Polres Blitar Kota berhasil mengungkap 12 kasus peredaran narkotika dan obat keras berbahaya selama Mei 2026…