klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Rugi Besar, Peternak di Sidoarjo Terpaksa Jual Murah Sapinya Gegara Wabah PKM

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Mustofa menunjukkan ternak sapinya di Desa Gagang Kepuhsari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. (Satria Nugraha/klikjatim.com)
Mustofa menunjukkan ternak sapinya di Desa Gagang Kepuhsari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Merebaknya wabah penyakit kuku dan mulut (PKM) yang menyerang sapi membuat peternak merugi puluhan juta. Pasalnya, mereka terpaksa menjual sapi-sapinya dengan harga sangat murah.

Hal tersebut salah satunya dialami oleh Mustofa. Pria 51 tahun yang juga menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Gagang Kepuhsari, Kecamatan Balongbendo ini menceritakan, wabah PKM telah menyerang hewan ternaknya sejak setengah bulan lalu.

“Sebanyak 60 sapi saya tiba-tiba lumpuh, tidak mampu berdiri. Di sekitar kukunya bernanah, badanya sangat panas, mulutnya berbusa dan nafasnya tersengal-sengal,” terangnya, Selasa (10/5/2022) sore.

Hal tersebut tentu membuatnya panik. Kepanikan Mustofa pun bertambah. Sebab, bukan hanya sapinya saja yang terserang. Namun 50 ekor kambingnya juga terimbas.

“Puluhan kambing saya juga ndeprok, tidak mampu berdiri. Bagian lututnya tidak mampu menyangga tubuhnya,” ucapnya.

Kondisi tersebut membuat Mustofa terpaksa menjual beberapa sapinya dengan harga sangat murah. “Kemarin saya menjual dua sapi. Kalau harga normalnya Rp30 juta, karena terkena PKM saya jual Rp6 juta saja. Ya bagaimana lagi daripada mati. Daripada merugi lebih dalam lagi,” jelasnya.

Dia mengatakan, selama beternak puluhan tahun baru kali ini menjumpai penyakit seperti ini. Menurutnya, penularan penyakit ini sangat cepat.

Meski mantri hewan telah datang dan memberikan suntikan, namun penyakit PKM pada sapi-sapinya belum tuntas. “Menjelang hari raya Idul Adha seperti ini seharusnya menjadi momen bagi saya dan peternak lain untuk meraih untung. Namun ya apalagi,” imbuhnya.

Kerugian Mustofa semakin berat karena dalam sehari harus mengeluarkan sekitar Rp1,5 juta untuk menyembuhkan ternak sapi dan kambing miliknya. Dia berharap ada uluran tangan dari pemerintah untuk membantunya. (nul)

Editor :