klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Satu Pasien Suspek Hepatitis Akut di Tulungagung Meninggal Dunia

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Kasil Rohmat
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Kasil Rohmat

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mencatat sejauh ini terdapat satu pasien suspek hepatitis akut di Tulungagung yang meninggal dunia pada Jumat (06/05/2022) kemarin sore.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Kasil Rohmat.

Kasil mengatakan, pasien tersebut adalah bocah berusia 7 tahun yang mengalami gejala batuk pilek, badan demam dan lemas sejak Selasa (03/05/2022) yang lalu.

Pihak keluarga sebenarnya telah membawa pasien ke dokter kemudian dirujuk ke rumah sakit, bahkan pada Jumat dinihari pasien dirujuk ke RSUD dr Iskak, namun nyawa pasien tak bisa diselamatkan.

"Ada satu pasien suspek yang meninggal, usianya 7 tahun,sempat dirawat namun meninggal pada Jumat sore kemarin," ujarnya pada Sabtu (07/05/2022).

Kasil menjelaskan, pasca kejadian tersebut, pihaknya langsung memberikan instruksi kepada fasilitas kesehatan mandiri maupun milik pemerintah di Kabupaten Tulungagung untuk memberikan perhatian lebih kepada pasien yang datang ke pelayanan kesehatan.

Ketika mendapati pasien dengan gejala hepatitis akut, maka harus segera melakukan koordinasi dan merujuknya ke RSUD dr Iskak Tulungagung.

"Kita juga sudah mengintruksikan kepada seluruh kepala Puskesmas untuk mewaspadai adanya penyakit hepatitis tersebut, jika ada kasus segera dirujuk ke RSUD Dr Iskak," ungkapnya.

Sesuai dengan instruksi Kementrian Kesehatan, hari ini pihaknya telah mengirimkan sampel darah, urine, dan feses pasien untuk diuji di laboratorium yang ada di Surabaya.

"Jadi belum diketahui penyebab hepatitisnya, sampel sudah kita kirim hari ini," ucapnya.

Kasil juga telah menerjunkan tim untuk melakukan tracing dan pencegahan di lingkungan sekitar pasien tersebut.

Pihaknya memastikan, seluruh anak berusia 16 tahun kebawah yang tinggal di radius 100 meter dari rumah pasien untuk mendapatkan pemeriksaan.

"Ini masih kita lakukan pemeriksaan, dan tracing kepada kontak erat," ucapnya. (yud)

Editor :