KLIKJATIM.Com | Surabaya - Insiden terjadi di arena water park Atlantis Land Kenjeran Park Surabaya. Sedikitnya 15 anak pengunjung wahana air terjatuh dari seluncuran water slide, Sabtu (7/5/2022).
Akibat kejadian ini, seluruh korban mengalami luka akibat terjatuh dari seluncuran berketinggian 5 hingga meter. Anggota Polsek Kenjeran, Surabaya mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi. Sementara seluruh arena water park ditutup oleh pengelola dan pengunjung dipulangkan.
Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, kecelakaan itu terjadi pukul 13.20. Saat itu ada puluhan anak yang menaiki tangga seluncuran air. Kemudian, satu persatu turun dengan luncuran papan dengan dorongan air.
Tidak lama kemudian terdengar teriakan anak yang diikuti sejumlah anak terjatuh dari papan seluncuran yang ambrol. Kejadian itu membuat orang tua dan pengunjung histeris. Mereka bergegas menyelamatkan anaknya yang terjatuh.
[caption id="attachment_106939" align="alignnone" width="300"]
Lokasi papan seluncuran yang ambrol melukai15 orang di Kenjeran Park Surabaya[/caption]
Menurut Aditya, Humas Atlantis Land Kenpark, kejadian itu terjadi di arena water park Kenjeran. Seluncuran water park terdiri 3 bagian. Bagian atas tempat pengunjung berkumpul, bagian tengah seluncuran dan bagian ketiga tempat mendarar.
Saat kejadian, pihaknya menduga ada pengunjung yang berhenti di bagian tengah. Sehingga kemudian pengunjung lain dari atas tertahan hingga mencapai puluhan.
"Saat itulah kemungkinan papan tidak kuat dan ada dorongan hingga ada yang terjatuh dari papan tengah," kata Aditya saat dikonfirmasi repprter radio swasta di Surabaya, Sabtu siang
Usai kejadian,pihak pengelola memberikan pertolongan kepada para korban. Sebagian lainnya dibawa oleh orang tuanya. Ada 8 korban yang terluka dilarikan ke RSU Dr Soetomo Surabaya.
"Soal perkembangan lainnya kami masih belum tahu. Karena kami maaih fokus memberi pertolongan medis dan menangkan orang tua korban," kata Aditya.
Subandi, Kepala Keamanan Kenpark mengatakan, sejak beroperasi seluncuran tidak ada masalah. Namun pada kejadian,papan meter ke-7 ada masalah hingga ambrol.
Dikatakan, karena beban terlalu berat saat terjadi penumpukan membuat papan seluncuran yang terbuat fiber pecah hingga ambrol dan 15 anak terjatuh.
"Sebenarnya kalau pengunjung disiplin turun satu persatu seharusblnya tidak terjadi penumpukan. Namun yang terjadi ada pengunjung yang kami duga berhenti hingga terjadi penumpukan dan ambrol," kata Subandi.
Untuk mencegah kejadian terulang,polisi meminta pengelola menutup seluruh wahana. Polisi juga memasang garis polisi di arena seluncurun untuk kepentingan penyelidikan. (ris)
Editor : Redaksi