KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sebanyak 23 ribu pasukan dari TNI Polri di Jawa Timur akan dikerahkan untuk mengamankan dan mengawal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Jawa Timur, September mendatang. Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polda Jatim bersama Kodam V Brawijaya dan Pemerintah Provinsi Jatim telah membangun komunuikasi dan sinergitas.
[irp]Hal itu dikatakan Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam V/Brawijaya Tahun 2020 di Gedung Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya Surabaya, Selasa (10/3/2020). "Hubungan komunikasi dan sinergi TNI dengan Polri luar biasa di Jatim. Pengamanan kegiatan besar berjalan dengan baik dengan adanya hubungan yang baik TNI-Polri," kata Irjen Luki Hermawan.Dikatakan, sinergi merupakan kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan khususnya menjelang Pemilukada Serentak 2020. Dalam rangka mengamankan Pilkada Serentak 2020, pihaknya akan melibatkan sebanyak 16.634 personel Polri. Selain itu, dilibatkan juga 6.252 personel TNI.
[irp]Di tempat yang sama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan pentingnya membangun sinergi Forkopimda, tokoh masyarakat (tomas), dan tokoh agama (toga) di semua lini. Apa yang dilakukan di provinsi bisa menjadi referensi bagi kabupaten/kota sampai tingkat desa/kelurahan di Jatim."Kebersamaan terus kita bangun. Kalau semua berjalan kondusif, berseiring antara Forkopimda, toga, serta tomas, akan menjadi kebersamaan yang kuat. Hal ini akan menjadi fondasi bagaimana membawa Jatim lebih maju dan unggul," ujar Khofifah.
[irp]Khofifah menjelaskan sinergi dirinya dengan Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jatim agar membangun strong partnership. Selain itu, hubungan dengan toga dan tomas juga harus harmonis. Pada kesempatan yang sama, Khofifah mengingatkan kepada para peserta rapim bahwa pada 2020 ini akan dilaksanakan Pilkada Serentak 2020, yang dihelat di 19 kabupaten/kota di Jatim pada September 2020. (lam/mkr)
Editor : Redaksi