KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini memberikan atensi terhadap kasus anak yang menjadi korban perkosaan ayah tirinya di Sidoarjo. Risma menyebut bahwa peristiwa ini merupakan kejahatan kemanusiaan luar biasa.
Karena selain mencabuli anak tirinya hingga sebanyak 22 kali, tersangka juga menyiksa korban.
Risma mengaku sudah menemui korban di sebuah tempat rehabilitasi di Sidoarjo. "Korban tidak banyak bicara dan mengalami trauma mendalam. Saya sangat prihatin, anak seusia dia harus mengalami peristiwa sangat berat. Saya telah bertemu dengan kepolisian Sidoarjo dan berharap pelaku dihukum seberat-beratnya," tuturnya, di Mapolresta Sidoarjo, Sabtu (5/2/2022) siang.
Mantan Wali Kota Surabaya ini menambahkan, Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo juga melakukan pendampingan kepada korban maupun ibu kandungnya untuk menyembuhkan luka psikis. "Pada bulan April atau Mei, korban akan melahirkan. Kementerian Sosial akan memberikan fasilitas. Kami juga akan memikirkan masa depan korban," imbuh Risma.
Sementara itu Wakapolresta Sidoarjo, AKBP Denny Agung menyebut bahwa pihaknya segera koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menerapkan pasal yang berat terhadap pelaku. “Kami prihatin dengan kasus ini, apalagi aksi pencabulan tersebut dibarengi kekerasan," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ZM (42) tega memperkosa anak tirinya sebanyak 22 kali di rumahnya di kawasan Waru, Sidoarjo. Sebelum menyetubui korban, ZM yang bekerja sebagai kuli bangunan ini acapkali menyiksa korban seperti memukul dengan sapu, bahkan merantai korban. Tersangka juga mengancam akan membunuh korban bila bercerita atas kelakuan bejat ayah tirinya.
Aksi tersangka ini dimulai pada bulan Februari hingga bulan Agustus 2021 lalu. Tersangka beraksi saat istrinya bekerja. (nul)
Editor : Satria Nugraha