klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Polisi Diminta Mengusut Iuran Pasar Wisata Ceng Ho Pandaan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pedagang asongan berjualan dikawasan Pasar Wisata Ceng Ho keluhkan iuran mencekik
Pedagang asongan berjualan dikawasan Pasar Wisata Ceng Ho keluhkan iuran mencekik

KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Polemik pengelolaan Pasar Wisata Ceng Hoo-Padaan terus berlanjut. Seakan wilayahnya tak mau diganggu, Pengurus Paguyuban Pasar Wisata Cheng Hoo mengumpulkan sejumlah tanda tangan penolakan, menyusul ditempatkan kepala pasar wisata Ceng Hoo yang dipilih langsung oleh Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan.

Rencana pengambilan alih pengelolaan pasar bukan tanpa alasan. Karena munculnya pungli dibalut iuran diduga dilakukan pihak paguyuban kepada para pedagang asongan dan durian. Kasus ini sendiri sudah ditangani Unit Tipikor Satreskrim Polres Pasuruan.

"Kami disuruh bayar Rp 20 juta, jika tidak ingin membayar. Kami tidak boleh berjualan disini," ujar salah satu pedagang yang tak mau disebutkan namanya, Selasa (1/2/2022).

Ada 10 pedagang durian yang jualan di kawasan pasar wisata Ceng Hoo-Pandaan. Selain membayar uang stan durian Rp 20 juta, juga membayar uang kebersihan Rp 50 ribu per hari.

Mengetahui hal ini aktivis Pasuruan Roy Susanto angkat bicara. Roy mengatakan bahwa langkah yang dilakukan oleh pemkab sudah benar. Dasarnya pasar wisata Ceng Hoo dibangun diatas asetnya Pemkab Pasuruan. Sehingga pasar tersebut memang seharusnya dikelola oleh Pemkab.

"Pasar itu kan milik Pemkab, jadi ya seharusnya dikelola sama Pemkab.  Bukan malah dikelola sama pihak ketiga, ya jadinya ada pungutan liar," ujarnya.

Ia mendesak Polres Pasuruan untuk mengusut kasus dugaan pungli tersebut. Dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Menurutnya, tarikan berapa iuran yang dilakukan Paguyupan kepada para pedagang tidak ada payung hukum bisa dikatakan pungli.

Terpisah, Subekti Utomo, Kasi Perkembangan Dalam Negri Disperindag Kabupaten Pasuruan tidak mengetahui adanya pungli di kawasan wisata pasar Cheng Hoo. Pihaknya juga telah melakukan antisipasi dengan menaruh kepala pasar agar tidak ada pungutan liar.

"Kami tidak tahu jika adanya pungutan liar di wisata Cheng Hoo. Selama ini pasar itu dikelola oleh paguyuban, dan saat ini kami menaruh kepala pasar agar koordinasinya bisa maksimal," ujar Subekti.

Pihaknya juga telah memanggil paguyuban untuk berkoordinasi. Namun, apa pemanggilan oleh Disperindag tidak digubris, dan tetap melakukan pungutan liar. "Itu sudah pernah kita panggil pihak paguyuban, tapi tetap saja begitu," imbuhnya. (bro)

Editor :