KLIKJATIM.Com | Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah menyiapkan sekitar 27 hotel untuk karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk ke Jatim. Sedangkan 6 hotel lainnya disediakan untuk non PMI.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, penyediaan puluhan hotel ini sebagai opsi terakhir, jika tempat karantina yang disediakan sebelumnya penuh.
"Berbagai kesiapsiagaan telah dilakukan. Dan semua ini sudah disimulasikan secara matang. Insya Allah kami bersama tim secara kolektif ikut mengawal dan mengawasi kedatangan dan penanganan PMI," tutur Khofifah, Senin (24/1/2022).
Menurutnya, jika dari hasil swab PCR ada PMI yang terkonfirmasi positif akan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Sedangkan PMI dengan hasil negatif bakal dikarantina di Asrama Haji.
Khusus PMI yang berada di Asrama Haji akan dikarantina selama 7 hari. Setelah itu baru boleh pulang secara mandiri atau dijemput oleh masing-masing Pemerintah Daerah (Pemda) asalnya.
Selain mekanisme kedatangan, lanjut Khofifah, ketersediaan bed di Asrama Haji juga dinilai cukup memadai. Yakni ada sebanyak 650 bed. "Itu bisa untuk empat kali kedatangan PMI," ungkapnya.
Jika kuota PMI yang dikarantina di Asrama Haji penuh, maka Pemprov Jatim mempunyai dua opsi lain. Yaitu memanfaatkan Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pemerintah Kemendikbud dan Gedung Diklat Kemenag. Lokasi kedua gedung ini sama-sama di Ketintang.
Apabila ketiga tempat itu sama-sama penuh, maka PMI akan memakai hotel yang sudah disediakan pemerintah. Hingga kini, totalnya ada 33 hotel.
Sebagai informasi, sebanyak 164 PMI dijadwalkan kembali tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya pada Rabu (26/1/2022) besok. Sebelumnya, pada 22 Januari sudah ada PMI yang masuk ke Jatim.
"Kita semua harus siap untuk melakukan karantina dan memberikan layanan pada para tenaga migran," tandas Khofifah. (nul)
Editor : Redaksi