KLIKJATIM.Com | Gresik - Peta politik menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik tahun 2020 nampaknya sudah mulai memberikan sinyal duet pasangan calon (paslon). Salah satunya adalah Mohammad Qosim yang digandengkan dengan dr. Asluchul Alif.
Bahkan kabar keduanya yang akan berpasangan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati pun cukup santer. Tidak hanya di kalangan internal partai politik, namun di media sosial (medsos) juga mulai berseliweran gambar duet Qosim-Alif.
Saat dikonfirmasi awak media, keduanya pun seakan mengirim sinyal kuat bakal berpasangan di Pilbup Gresik. "Sesuai survei yang dilakukan oleh banyak pihak, memang angka elektabilitas saya saat dipasangkan dengan dokter Alif hasilnya yang paling tinggi. Maka, kita juga harus rasional dan realistis," kata Moh Qosim, usai paparan visi misi bakal calon Bupati (bacabup) di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Gresik, Minggu (1/3/2020).
[irp]
Menurutnya, hasil survei internal PKB untuk pasangan Qosim dan Alif memiliki elektabilitas di atas 75%. Artinya, mayoritas masyarakat Gresik menghendaki dirinya untuk berpasangan dengan Ketua DPC Gerindra, dr. Asluchul Alif. Sehingga harapan tersebut harus disikapi dengan bijaksana dan arif.
"Karena kita semua ini melayani warga masyarakat. Kita adalah pelayan, dan pelayan yang baik itu adalah memenuhi apa yang diharapkan warga masyarakat," ujar Ketua DPC PKB Gresik ini dengan diplomatis.
Tidak cukup di situ. Lanjut Qosim, dirinya dengan Alif juga memiliki kesamaan visi misi dalam membangun Kabupaten Gresik lima tahun ke depan.
"Dan juga perlu diperhatikan, sebenarnya antara visi misi saya dengan dokter Alif itu relatif sama. Yaitu tentang isu yang ada di tengah-tengah masyarakat," papar Wakil Bupati dua periode ini.
Misalkan isu tentang ketenagakerjaan, infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. "Jadi, kalau dari itu saja sudah banyak kesamaan. Insya allah itu yang paling bagus," tandasnya.
Namun, semua keputusan tetap akan dikembalikan ke partai masing-masing. Karena pihaknya berdua merupakan petugas partai.
[irp]
Hal senada juga diungkapkan oleh Alif. Wakil Ketua DPRD Gresik ini juga mengakui, bahwa elektabilitas Moh Qosim memang paling tinggi. Baru setelah itu dirinya pada urutan nomor dua.
"Saya rasional dan saya juga harus ngomong rasional. Kalau secara marketing saya dari awal terjun tidak ngomong Bupati, tidak akan terkenal. Tapi begitu hari H saya harus belajar terlebih dahulu," tegasnya.
Selain Moh Qosim dan Asluchul Alif, para pendaftar penjaringan bakal calon Bupati-Wakil Bupati melalui PPP juga menyampaikan visi misinya. Antara lain Ahmad Nadlir, Nur Qolib, Ahmad Nurhamim. (iz/nul)
Editor : Redaksi