klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kecelakaan Misterius Driyorejo Belum Terungkap, Tunggu Gelar Perkara di Polda Jatim

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Riski Saputro (berkopyah) saat meninjau kegiatan autopsi korban kecelakaan misterius di Makam Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo beberapa bulan yang lalu (Faiz /klikjatim.com)
Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Riski Saputro (berkopyah) saat meninjau kegiatan autopsi korban kecelakaan misterius di Makam Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo beberapa bulan yang lalu (Faiz /klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Terhitung sudah empat bulan berjalan kasus kecelakaan misterius yang dialami SF. Namun, hingga kini penyebab kematian remaja asal Desa Petiken Kecamatan Driyorejo itu masih tanda tanya. Jajaran Satreskrim Polres Gresik pun mengaku telah melengkapi berkas penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro menyebut, pihaknya masih menunggu kabar dari Polda Jatim. Untuk melakukan gelar perkara lanjutan atas kematian remaja 16 tahun tersebut.

“Berkas penyidikan dari Unit Laka Polres Gresik juga sudah selesai. Sehingga kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” ungkapnya.

Bagaiamana dengan hasil penyidikan itu, Alumnus Akpol 2015 itu belum bisa memberikan informasi lebih lanjut. Sebab, data tersebut akan dipadukan saat melakukan gelar perkara lanjutan.

“Pada saat itulah baru bisa diambil kesimpulan. Termasuk menentukan proses hukum selanjutnya,” ucap Wahyu, Jumat (21/1/2022).

Sebelumnya, misteri kematian remaja 16 tahun itu mulai menunjukkan titik terang. Pada 14 Desember 2021 lalu, hasil visum dari tim tim Labfor Polda Jatim menyampaikan bahwa terdapat luka akibat benturan benda tumpul. Meski demikian, hal tersebut belum menjadi keputusan final.

Dan belum dipastikan apakah hal tersebut berasal dari kekerasan atau akibat dari benturan lainnya saat mengalami kecelakaan.

Untuk itu, menurut Wahyu dalam gelar perkara lanjutan, pihaknya akan kembali mendalami penyebab kematian. Dengan agenda menyampaikan hasil penyelidikan Unit Laka Satlantas Polres Gresik.

“Sehingga, dari data penyelidikan tersebut akan dipadukan untuk selanjutnya diambil kesimpulan. Mohon doanya agar berjalan lancar,” tambahnya.

Keluarga korban harap-harap cemas. Berbagai upaya telah dilakukan pihak keluarga untuk mencari keadilan. Sebab, saat ditemukan, putra kedua dari pasangan Sujiadi dan Sumartin itu ditemukan dalam kondisi cukup mengenaskan.

“Selalu terbayang wajahnya setiap malam. Kadang juga datang lewat mimpi seolah memanggil meminta pertolongan,” kata Sujiadi ayah korban.

Pria berusia 54 tahun itu berharap kepada pihak berwajib untuk segera mengungkap fakta sebenarnya dari peristiwa yang menimpa SF.

“Semoga segera ada titik terang. Saya yakin betul bahwa peristiwa tersebut bukan kecelakaan biasa,” jelasnya.

Diketahui, tim Labfor Polda Jatim membongkar makam korban pada 17 November lalu. Hasil autopsi menyatakan bahwa terdapat luka yang disebabkan akibat hantaman benda tumpul. Khususnya pada kepala bagian belakang. (bro)

Editor :