KLIKJATIM.Com | Gresik — Kegiatan swab antigen tak berizin alias ilegal di kantor perusahaan outsourcing dibubarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. Saat itu puluhan calon pekerja sedang menjalani swab di kantor yang berada di komplek ruko di Kawasan Terminal Bunder Gresik, Selasa (18/1/2022).
Mereka para calon pekerja outsourching asal Mojokerto melakukan tes swab antigen untuk masuk kerja di salah satu pabrik mi instan gresik. Usut punya usut, swab antigen yang dilakukan perusahan jasa tenaga kerja itu tidak ada izin dari Dinkes Gresik alias ilegal.
Terlebih, dalam semua pemeriksaan Swab Test Antigen, hasil dari peserta tes harus dilaporkan. Dengan begitu, pihak pemerintah bisa malakukan tracing kalau ada yang positif.
Tampak kendaraan roda dua yang didominasi plat S Kabupaten Mojokerto memadati area lokasi Swab Test Antigen. Padahal, di Stand Terminal Bunder itu tidak ada klinik kesehatan penyedia jasa Swab Antigen.
Salah satu peserta berinisial ND asal Kabupaten Sidoarjo datang ke lokasi bersama beberapa temannya, dirinya sempat bingung karena lokasi klinik untuk Swab Antigen berada di stan kosong kawasan Terminal Bunder.
“Pemberitahuan (tes swab ) di sini,” ucapnya, Rabu (18/1 /2022).
Rencananya, tes swab antigen akan dibagi dua hari untuk 697 pekerja. Para calon pekerja ini, mayoritas usia produktif usia 19 tahun - 22 tahun yang berasal dari Kabupaten Sidoarjo dan Mojokerto.
Direktur PT Arsad Sumber Daya Mandiri, Ivo Vientina Kurnia Hastutie mengatakan ratusan calon pekerja ini harus menjalani Swab Antigen untuk syarat masuk kerja.
“2x24 jam, setelah itu langsung kerja,” ucap Ivo.
Menurut Ivo, alasan dilakukan di Gresik karena di kantornya tidak layak. Sehingga rekanan untuk menggelar Swab Test dari Klinik Laboratorium Gajah Mada di wilayah Mojosari, Mojokerto, mengalihkan ke tempat lain.
Meski memasok tenaga kerja di Gresik, tapi karyawan hingga klinik berasal dari wilayah tetangga, Mojokerto. Dia menutup rapat-rapat nama perusahaan mie instan yang menjadi lokasi penyaluran.
“Kami hanya perusahaan outsourching, mohon maaf tidak bisa kami sebutkan namanya,” imbuhnya.
Pimpinan Klinik Gajah Mada, Solihudin mengaku, jika dirinya belum koordinasi dengan Dinkes Gresik. Ia juga baru tahu kalau okasi Swab Antigen berada di terminal.
“Saya baru tahu kalau disini,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Kesehatan, dr Mukhibatul Khusna jika pihaknya tidak tau ada kegiatan swab massal di kawasan Terminal.
“Tidak ada izin atau laporan ke Dinkes Gresik,” ucapnya. (bro
Editor : Redaksi