KLIKJATIM.Com | Gresik — Tim lintas sektor yang telah dibentuk Pemkab Gresik untuk melakukan investigasi penyebab ambruknya Jembatan Kacangan di Gresik tidak bisa bekerja. Mereka, terkendala arus air Kali Lamong yang saat ini tengah tinggi di lokasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik Achmad Hadi mengatakan, debit air sungai yang melintas di bawah jembatan tersebut membesar, seiring hujan yang mengguyur wilayah Gresik dan bagian hulu Kali Lamong.
“Sejak Minggu lalu air Kali Lamong naik. Sempat surut sebentar, tapi dua hari ini naik lagi karena curah hujan tinggi,” ucap Hadi, Selasa (28/12/2021).
Dikatakan Hadi , pasca Jembatan Kacangan ambruk tim yang dibentuk sudah bekerja untuk mencari tahu penyebab kejadian. Hanya saja dikarenakan debit air sungai saat ini sedang tinggi, maka air merendam bagian yang tengah diteliti.
“Tim teknis masih terus melaksanakan identifikasi dan pengambilan data di lapangan. Beberapa peralatan untuk pengambilan sampling tanah dan material juga sedang dioperasionalkan di lokasi,” kata Hadi.
“Memang terkendala pada spot pilar/panceng yang ambles, masih terendam oleh air Kali Lamong, sehingga ada variabel yang belum lengkap untuk dianalisis,” tambah Hadi.
Menurutnya , kajian yang dilakukan dalam penelitian ini nantinya, bakal digunakan sebagai proses perencanaan pembangunan jembatan baru yang akan dibangun. Yang diagendakan pada awal tahun depan.
"Sesuai tahapan, hasil kajian evaluasi penyebab ini pada awal tahun 2022 akan dijadikan dasar secara simultan untuk proses perencanaan jembatan baru,” ucapnya.
Dalam kesempatan sebelumnya, Hadi sempat mengatakan bila tim yang dibentuk berjumlah tujuh orang. Mereka terdiri dari pegawai Dinas PUTR Gresik, tim ahli perguruan tinggi, dan konsultan perencana yang disupervisi oleh Asisten Pembangunan dan Ekonomi Setda Pemkab Gresik. (nul)
Editor : Redaksi