klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Banyak Bahan Khusus, Diduga Ada Apotek Terlibat Menyiapkan Bahan Baku Pabrik Sabu Pasuruan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Tujuh tersangka kasus pabrik sabu saat ditanyai Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan. (Didik Nurhadi/Klikjatim.com)
Tujuh tersangka kasus pabrik sabu saat ditanyai Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan. (Didik Nurhadi/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com l Pasuruan -Satresnarkoba Polres Pasuruan terus mendalami keterlibatan sebuah apotek yang terlibat kasus pabrik sabu di Perumahan Alam Sejahtera, Taman Dayu Desa Ketanireng, Kecamatan Prigen. Apotek yang sedang diusut ini diduga kuat sebagai salah satu pemasok bahan baku sabu.

[irp]

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, pihaknya masih mendalami keterlibatan apotek yang menjual bebas bahan tersebut. "Logikanya bahan-bahan sabu dalam jumlah besar didapat dengan mudah sama tersangka," kata Kapolres.

Seharusnya, jelas Kapolres, untuk mendapatkan bahan-bahan pembuat sabu seperti Red Fosfat harus dengan resep dokter. Namun kenyataan di lapangan bahan itu bisa didapat dengan jumlah besar. Artinya ada dugaan jaringan apotek untuk mendapat bahan-bahan tersebut.

[irp]

"Kami terus dalami sampai dimana keterlibatan apotek. Sedangkan mendapatkan barang - barang itu harus ada izinnya. Tidak sembarangan dan tidak dijual secara bebas," imbuhnya.

Kapolres menambahkan, bahan-bahan kimia yang menjadi bahan sabu itu adalah tablet neoprotifed (epidrin), red fosfor, cairan toluen, destilasi, soda api, botol Iodine, cairan HCL, dan masih banyak lagi. Bahan-bahan ini tidak mudah didapat oleh orang awam tanpa resep dokter resmi.

Informasi di internal kepolisian, ada apotek yang diduga kuat terlibat dalam jaringan ini. Jadi apotek bisa juga terlibat dalam kasus ini. Disinggung soal apotek mana, Kapolres mengakui memang sedang memeriksa sejumlah apotek.

"Tapi kami baru bisa sampaikan setelah hasil penyelidikan selesai dan kami temukan bukti kuat. Memang ada informasi seperti itu, tapi kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut," pungkas dia. (dik/bro)

Editor :