KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Institut Pesantren KH Abdul Chalim, Mojokerto terus berupaya mendorong serta mewujudkan mahasiswanya untuk bisa meningkatkan perekonomian nasional berbasis syariah, Minggu (7/11/2021).
[irp]
Salah satu caranya, yakni dengan menggelar Seminar Nasional bertajuk 'Strategi Fintech Merebut Peluang Pasar Dalam Rangka Memajukan Perekonomian Nasional Berbasis Syariah'. Tak tanggung, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Ali Barra pun dihadirkan sebagai pemateri.
Dalam sambutannya, Pendiri Institut Pesantren KH Abdul Chalim, Asep Saifudin Chalim mengatakan, bahwa di Jawa Timur baru terdapat satu pondok pesantren (ponpes) yang memiliki kampus dan sudah memiliki strata 3 (S3) sebanyak 2 program studi (prodi).
"Di Jawa Timur belum ada pondok yang punya kampus yang baru berdiri sudah punya S3, dua prodi. Jadi orang harus idealisme dan menjadi kebanggan diri. Jadilah hanyut dalam budaya ilmu dan ketakwaan," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Hima Perbankan Syariah, Nofrital berharap kegiatan tersebut bisa menambah wawasan bagi mahasiswa Perbankan Syariah Institut Pesantren KH Abdul Chalim, Mojokerto. "Harapannya seminar ini bisa menambah wawasan bagi mahasiswa. Semoga kepengurusan Hima berikutnya bisa mengadakan seminar yang lebih baik," katanya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Emil sendiri meminta agar Prodi Perbankan Syariah selalu mengikuti perkembangan keuangan termasuk financial technology (Fintech). Menurutnya, mengikuti perkembangan dunia keuangan adalah hal penting yang harus dilakukan oleh semua orang yang fokus pada bidang tersebut, termasuk para mahasiswa yang mengambil Prodi Perbankan Syariah.
"Terkait dengan tema yang diangkat saya pikir ini tema yang sangat baik karena dalam mengembangkan Prodi Perbankan Syariah harus selalu up to date dengan perkembangan terkini di keuangan termasuk perkembangan fintech," ujarnya.
Sedangkan Wabup Barra menyebut jika Fintech Syariah dapat menjadi peluang untuk mengambil pasar. Menurutnya, peminjaman uang dan layanan jasa berbeda dengan konvensional. "Semoga fintech syariah bisa direalisasikan khususnya bagi prodi Perbankan Syariah," kata Pemimpin Yayasan Amanatul Ummah itu.
Sekadar informasi, kegiatan Islamic Banking Festival & Seminar tersebut dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah Institut Pesantren KH. Abdul Chalim, Pacet, Kab. Mojokerto.
Seminar juga dihadiri oleh pendiri Institut Pesantren KH Abdul Chalim KH Asep Saefudin Chalim, Dekan Fakultas Syariah, para Dosen Perbankan Syariah, 9 Ketua Hima seluruh Prodi di IKHAC dan ditambah kurang lebih sebanyak 120 peserta seminar. (bro)
Editor : Redaksi