klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Terinspirasi dari Banjir, Karya Pelajar Smamda Sidoarjo Raih Medali Emas di Ajang Internasional

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Flood barrier karya siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo rebut gold medal. (Satria Nugraha/klikjatim.com)
Flood barrier karya siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo rebut gold medal. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Sedikitnya lima pelajar SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, telah mengharumkan dunia pendidikan di daerahnya serta Provinsi Jawa Timur di ajang kompetisi internasional. Dengan membuat karya berupa simulator flood barrier yang bisa membendung luapan air sungai, siswa-siswi Smamda ini ternyata berhasil merebut medali emas di ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2021 Category IT & Robotics.

[irp]

Mereka telah menyingkirkan 360 tim dari 28 negara. Diketahui bahwa karya anak-anak didik itu terinspirasi dari banjir yang sering melanda banyak kota di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sidoarjo sendiri.

Lomba tersebut digelar secara daring pada akhir Bulan September 2021 silam. Lima pelajar tersebut adalah Bayu Widihansyah, Wahyu Widihansyah, Ezzedin Umbu Ahimsa, Shalihat Azka Sabrina dan Farhan Rahmansyah. Kelimanya merupakan pelajar kelas XII MIPA.

“Ide dasar karya kami dari banjir yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Sidoarjo. Dengan temuan ini, air sungai bisa dikontrol dan dimonitor,” terang Ketua Tim Bayu Widihansyah, Jumat (29/10/2021).

Adapun cara kerja food barrier ini ketika sensor yang dipasang di sungai mendeteksi ketinggian air melebihi batas, maka akan memerintahkan pompa elektrik memompa karet yang dipasang di tanggul sungai. Selanjutnya karet yang mengembang bisa menahan luapan air.  

Sistem juga memberikan peringatan dini kepada warga sekitar agar siaga, serta mengirimkan pesan melalui ponsel kepada pihak terkait seperti BNPB. Sehingga banjir bisa segera ditangani.

“Karet tidak harus dipasang di sepanjang tanggul sungai. Namun hanya di sisi tanggul yang rendah dimana air sungai sering meluap,” ucapnya.

Sensor yang dipasang di sungai, lanjut Bayu, tidak hanya bisa mendeteksi ketinggian air saja. Namun juga PH air sungai tersebut. “Jadi sensor tersebut juga bisa mendeteksi, apakah air di sungai tercemar atau tidak,” imbuh Bayu.

Sementara itu Waka Kesiswaan Smamda Sidoarjo, Muhammad Ernam mengaku sangat bangga dengan karya anak-anak didiknya tersebut. “Semoga temuan ini bisa bermanfaat bagi negara, karena di berbagai tempat masih banyak banjir akibat karena luapan air sungai. Selanjutnya temuan ini akan dipatenkan. Kami terus mendorong siswa kami menemukan hal lain yang bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak,” tuturnya. (nul)

Editor :