KLIKJATIM.Com | Gresik - Memperingati hari jadi Provinsi Jawa Timur ke-76 Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur menginisiasi kegiatan penanaman mangrove bersama Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa.
Kegiatan yang juga bertujuan untuk melestarikan ekosistem mangrove dan memberdayakan masyarakat ini ditempatkan di Banyuurip Mangrove Center, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Lokasi ini merupakan salah satu desa binaan program CSR PGN Saka.
Selain Gubernur kegiatan ini dihadiri banyak pemangku kepentingan. Mulai Kepala-kepala Dinas di lingkungan Pemprov Jatim (Kadis Kehutanan, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis PMD), DPRD Jawa Timur, Lantamal V Surabaya, Perum Perhutani Jawa Timur, Wakil Bupati Gresik dan jajaran dinasnya, Muspika Ujungpangkah, PGN Saka, NGO lingkungan, ormas, pramuka, Raka Raki Jatim, perguruan tinggi, kepala desa dan masyarakat.
[caption id="attachment_85099" align="alignnone" width="300"]
Gubernur Jawa Timur berfoto di atas jembatan yang dibangun PGN Saka[/caption]
Secara khusus tamu istimewa juga datang dari perwakilan Konsulat Jenderal (Konjen) Inggris yang ada di Surabaya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika pertama kali menginjakkan kaki di lokasi Banyuurip Mangrove Center tampak terkesan. Lokasi yang dulunya kumuh, kemudian dirubah PGN Saka bersama Pemerintah Desa Banyuurip dan Rukun Nelayan Tirta Buana menjadi kawasan konservasi mangrove yang asri.
“Tempatnya bagus, aneka tanamannya asri”, ucap gubernur sambil memandangi tanaman cemara laut dan hamparan hutan mangrove yang membentang ke pantai.
Orang nomor satu di Jawa Timur ini sangat mengapresiasi upaya-upaya konservasi mangrove yang telah dilakukan di Desa Banyuurip. Menurut Khofifah upaya ini sejalan dengan program Nawa Bhakti Satya yang menjadi program kerjanya.
Melalui program Jatim Harmoni Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil Dardak berupaya menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup.
“Kami dukung setiap upaya pelestarian alam. Termasuk kegiatan penanaman dan pembibitan mangrove di pantai Desa Banyuurip ini”, ujarnya penuh semangat.
[caption id="attachment_85098" align="alignnone" width="208"]
External and Government Relation PGN Saka Subali menyerahkan buku “Living In Harmony” kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa[/caption]
Selain beramai-ramai menanam mangrove bersama pemangku kepentingan yang lain, Gubernur Jatim juga sempat berkeliling menyusuri hutan mangrove yang kini juga telah menjadi kawasan ekowisata dan Kawasan Eksosistem Esensial (KEE) ini.
Tidak ketinggalan kebun pembibitan mangrove yang dirintis PGN Saka bersama Rukun Nelayan Tirta Buana Desa Banyuurip secara selintas sempat dilihat gubernur. Bibit mangrove yang ditanam Gubernur Jatim dan lainnya hari itu juga berasal dari kebun bibit ini.
Subali selaku External and Government Relation PGN Saka merasa senang atas dipilihnya Desa Banyuurip sebagai lokasi penanaman mangrove oleh Gubernur Jawa Timur. “Kunjungan Gubernur Jawa Timur ke lokasi desa binaan PGN Saka saya kira sangat positif. Memberi semangat kami, dan terutama positif bagi masyarakat setempat”, ungkap Subali disela-sela menyertai kegiatan gubernur ini.
Senada dengan Subali, Kepala Desa Banyuurip Ihsanul Haris dan Ketua Rukun Nelayan Tirta Buama Ainurrofiq juga menyatakan rasa bangganya atas kunjungan Gubernur Jatim ini. “Terimakasih Ibu Gubernur sudah berkenan berkunjung ke desa kami. Kehormatan ini semoga membawa manfaat bagi masyarakat di sini”, ucap Ihsanul Haris.
Pada kesempatan ini Subali juga sempat menyerahkan buku “Living In Harmony” kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Sebagaimana diketahui buku ini berisi bagaimana sebuah perusahaan hulu migas PGN Saka Indonesia Pangkah Limited berusaha mengambil positioning melalui interaksi yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasinya. Khofifah menyampaikan agar best practice dari isi buku ini bisa disampaikan ke yang lain. (ris)
Editor : Abdul Aziz Qomar