KLIKJATIM.Com | Gresik—Komplotan perampok yang membobol toko handphone dan aksesoris di Desa Sukomulyo masih bebas berkeliaran. Mereka berhasil ambil barang curian ratusan barang elektronik dengan total kerugian mencapai Rp 600 juta milik PT Harapan Seluler Makmur, Manyar. Jajaran Satreskrim Polres Gresik pun membentuk dua tim khusus untuk mengejar para pelaku.
[irp]
Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan lanjutan. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara, rekaman CCTV hingga keterangan para saksi. “Diperkirakan para komplotan berjumlah empat orang. Besar kemungkinan bisa bertambah,”ungkapnya, Selasa (28/9 /2021).
Aksi para pelaku terbilang cukup rapi, bahkan terencana dengan matang. Dari rekaman CCTV, mereka terlihat berbagi tugas dalam melancarkan aksi tersebut. Baik saat membobol pintu toko dan menguras barang-barang yang ada di dalam toko.
Bahkan, Riski menyebut bahwa pelaku datang mengendarai sebuah mobil jenis MPV. “Besar kemungkinan mereka memantau situasi terlebih dahulu. Menunggu kelengahan para penjaga maupun pemilik toko tersebut,” beber Alumnus Akpol 2015 itu.
Disinggung tentang keterlibatan orang dalam, Rizki belum bisa berkomentar banyak. Yang pasti, pihaknya masih memburu para pelaku dengan membentuk dua tim khusus dari Satreskrim Polres Gresik. “Mohon doanya, kami berharap para pelaku segera tertangkap,” jelasnya.
Sebelumnya, aksi perampokan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Gresik pada Kamis (23/9) dini hari. Sekitar pukul 3.30 WIB, komplotan perampok menyasar sebuah toko handphone dan aksesoris milik PT Harapan Seluler Makmur. Yang berada di jalan Raya Sukomulyo, Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar.
Dari rekaman CCTV toko, para bandit bersaksi dengan sangat cepat, bahkan saling berbagi tugas. Tiga orang pelaku beraksi didalam, menggasak ratusan handphone di etalase toko dan berbagai lainnya. Sedangkan satu pria lainnya, berjaga diluar sembari mengamati situasi.
Peristiwa tersebut baru disadari pada pukul 9.00 WIB. Saat itu, kondisi toko dalam keadaaan terbuka. Dengan kondisi pintu rusak bekas congkelan, diduga pelaku menggunakan linggis dan berbagai peralatan sejenisnya. Bahkan, etalase toko dalam kondisi pecah dan berantakan. “Wajah pelaku tidak terlihat jelas dari rekaman CCTV. Semuanya memakai penutup kepala dan masker,” ucap Dona Nur Hidayat, karyawan toko.
Ia menjelaskan, ratusan handphone raib dalam peristiwa tersebut. Terdiri dari handphone berbagai merek dengan kisaran harga Rp 2-5 juta rupiah. “Termasuk berbagai aksesoris dan peralatan elektronik lainnya,” pungkasnya.(mkr)
Editor : Redaksi