KLIKJATIM.Com | Gresik — Kabupaten Gresik telah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) siswa SMP secara terbatas sejak Selasa (31/8/2021). Salah satunya adalah SMP Yayasan Islam Malik Ibrahim (YIMI) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.
[irp]
Saat menggelar PTM, siswa yang masuk halaman SMP YIMI mengikuti kurikulum mengaji dan tahfidz Quran. Sebelumnya para siswa menyapa salam kepada sejumlah guru yang sudah menyambut di jalan masuk sekolah SMP YIMI.
[caption id="attachment_78579" align="alignnone" width="300"]
Metode pembelajaran di SMP YIMI Gresik menerapkan kurikulum mengaji untuk meningkatkan karakter keislaman siswa[/caption]
PTM kurikulum mengaji ini sebagai nilai plus dari pendidikan sekolah yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kecamatan /Kabupaten Gresik ini. Para siswa yang sudah masuk kelas harus mengikuti kurikulum wajib ini selama 1 jam dimulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB.
Kepala Sekolah SMP YIMI, Ainun Naim mengatakan, latar belakang kurikulum mengaji yaitu hafal juz 30,1,2,3,4,5 untuk target 3 tahun dengan target 1 semester 1 juz.
“Disamping itu juga bagi siswa dari SD yang belum bisa mengaji SMP Yimi memfasilitasi dengan program jilid dan tahsin serta pembiasaan mengaji untuk memperlancar bacaan alquran,” katanya sambil melihat proses mengaji di SMP YIMI, Jumat (3/9/2021).
Setelah itu juga ada kegiatan agama ubidiyah sholat duha dan hajat mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 08.30 WIB. Ditambah dengan kegiatan ubidiyah sholat dhuha dan hajat. SMP YIMI mengajarkan pembiasaan sholat dhuha dan hajat baik di sekolah maupun di Rumah dengan media (buku terpuji).
“Disamping pembiasaan ubudiyah, sholat sunnah diharapkan siswa, keluarga dan sekolah mendapatkan keberkahan hidup,” ucapnya.
[caption id="attachment_78580" align="alignnone" width="300"]
Siswa SMP YIMI menyapa guru dengan hormat sebelum masuk kelas[/caption]
Setelah itu, para siswa baru melakukan kegiatan jam pelajaran sampai jam pulang siswa pukul 12.00 WIB.
“Khusus hari jumat pukul 10.45 WIB siswa sudah bisa pulang, dan insyaallah minggu depan kegiatan sholat duhur akan dilaksanakan di sekolah,” ujarnya.
Dikatakan, proses PTM ini pihak sekolah tidak ada unsur paksa kepada orang tua untuk PTM, dan harus ada persetujuan dari wali murid atau siswa. “Kita fasilitasi, dan tidak memaksakan,” imbuhnya.
Dan dalam pembatasan ini para siswa bergantian masuk sekolah PTM antara kelas VII, VIII, dan kelas IX. Untuk hari ini, Jumat (3/9/2021) kelas XI, dan besoknya kelas VII, dan VIII. Selain itu ruang kelas juga ada pembatasan siswa dengan maksimal berjumlah 15/16 siswa.
“Kalau sekarang kelas XI PTM, kelas VII, dan VIII daring begitupun seterusnya bergantian. Dari 105 ruangan kelas yang ada kita bagi tujuh ruang kelas. 4 ruang kelas untuk siswi perempuan, dan 3 ruang kelas laki-laki,” terangnya.
[caption id="attachment_78581" align="alignnone" width="300"]
Kegiatan PTM di SMP YIMI menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan guru pengajar sudah menjalani vaksinasi[/caption]
Dengan total jumlah siswa kelas VII, VII, ada 117 siswa dan kelas IX ada 105 siswa di SMP YIMI.
Bagaimana dengan kegiatan Ekstrakulikuler, Naim menjelaskan di SMP YIMI sudah melakukan kegiatan itu dengan daring selama pandemi ini.
“Mulai akademik ada English Speaking Class, setiap hari Sabtu seminggu sekali. Dan pembinaan Olimpiade Matematika, IPA, IPS. Non akademik ada basket, futsal, muhadoroh, hadrah, melukis,” paparnya.
Salah satu siswa SMP YIMI Candice Fatma Abigail sangat semangat mengikuti proses PTM yang sudah berjalan empat hari sejak dimulai PTM.
Siswi kelas XI mengaku senang dan PTM lebih bisa diterima pelajarannya. “Semoga bisa PTM terus bisa ketemu teman, dan Covid-19 bisa turun di Gresik,” ucapnya.
Diketahui, para siswa yang melakukan PTM, sebelum masuk sekolah dilakukan protokol kesehatan dengan ketat. Mulai dari mencuci tangan pakai sabun, cek suhu, dan setiap ruang kelas siswa dilengkapi dengan handsanitizer untuk sterilisasi pencegahan Covid-19. (rtn)
Editor : Redaksi