klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

DPRD Gresik Siap Dukung Komoditas Pertanian Tembus Pasar Internasional

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Wakil Ketua Komisi II M Syahrul Munir saat memberikan sambutan pelepasan ekspor di Desa Gedangan Kecamatan Sidayu Gresik (Faiz/klikjatim.com)
Wakil Ketua Komisi II M Syahrul Munir saat memberikan sambutan pelepasan ekspor di Desa Gedangan Kecamatan Sidayu Gresik (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Komoditas yang dihasilkan petani Gresik mampu menembus ekspor mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir didampingi Wakil Ketua Komisi II M Syahrul Munir dalam melakukan kunjungan ke pelaku usaha mangga Gresik di Desa Gedangan Kecamatan Sidayu. Hal tersebut juga tak lepas dari pendampingan melalui Klinik Ekspor Bea Cukai.

[irp]

“Luar biasa Bea Cukai. Ini juga selaras dengan arahan dari Presiden, menteri maupun Gubernur Jatim. Pak Eko bersama tim Bea Cukai yang blusukan ke desa dalam rangka memfasilitasi agar UMKM di sektor pertanian mendapat kemudahan dan menjadi eksportir. Kami juga sampaikan ke petani, jangan takut menjadi pengusaha di sektor pertanian. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi semuanya,”kata Much Abdul Qodir penuh semangat, Kamis (26/8/2021).

Selain itu, DPRD Gresik siap memberikan support yang dibutuhkan para petani agar komoditas  yang dihasilkan tetap konsisten dan berdaya saing di pasar manca negara.

“Kalau kemudian ada infrastruktur yang harus dibangun, bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah. Bisa juga bersama kami di DPRD Gresik. Apa program yang mendukung sektor pertanian ?. Mungkin perlu dibangun tembok penahan tanah (TPT) agar lahan pertanian tak longsor atau lainnya Bisa mengakses program di kami. Utamanya di sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat,”tegasnya.

Hal senada dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, M Syahrul Munir yang mengaku pihkanya terus berupaya agar pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) bisa menjadi pionir dalam pemggerak ekonomi di masa pandemi.

"Pendampingan kepada pelaku UMKM sangat penting. Sejatinya, pelaku UMKM tidak ingin ribet dalam urusan administrasi. Seperti kegiatan ekspor membutuhkan adminitrasi dan birokrasi. Namun, pendampingan yang dilakukan oleh Bea Cukai luar biasa,”tandas dia.

Menurut ketua F-PKB DPRD Gresik ini, masih banyak potensi komuditas pertanian yang diharapkan mampu bisa bersaing dan menembus pasat internasioanl. Salah satunya Jeruk Nipis dan Jeruk Lemon yang dibudidayakan petani lokal di Kecamatan Ujungpangkah. Untuk itu, Komisi II DPRD Gresik terus melakukan pendampingan bagi pelaku usaha, mulai mendorong agar mendapatkan akses permodalan, pelatihan serta membantu agar bisa ekspor.

"Sinergisitas yang terbangun harus berjalan secara konsisten dan kontinyu," pungkasnya. (bro)

Editor :