klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Karyawan BMT Kanor Bojonegoro Ditemukan Gantung Diri di Dalam Kantor

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Petugas saat melakukan proses evakuasi dan juga olah TKP. (Ist)
Petugas saat melakukan proses evakuasi dan juga olah TKP. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Seorang pegawai di Bojonegoro ditemukan tewas tergantung di dalam kantor. Korban diketahui sebagai karyawan training di BMT yang beralamat di Desa Sumberwangi RT 04, RW 01 Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

[irp]

"Seorang pegawai BMT, korban ditemukan meninggal dengan cara gantung diri," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kapolsek Kanor, Iptu Slamet Haryanto, Senin (23/8/2021).

Kapolsek mengatakan, korban yang merupakan seorang pria itu bernama Hanif Priham Budi (25), warga Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro. Diketahuinya korban meninggal dalam kondisi tergantung pada hari Senin (23/8/2021) sekitar pukul 07.30 WIB. "Saat mendapat laporan langsung saya mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara)," katanya.

Menurutnya, ada dua saksi yang dimintai keterangan. Ketika itu saksi pertama Yusuf Eko Wahyudi (20), disebutkan sempat mengajak korban pulang namun tidak mau. Alasannya akan menginap di kantor pada Sabtu (21/8/2021).

Nah, pada Senin-nya (23/8/2021) sekitar pukul 07.30 WIB saksi Yusuf hendak masuk kantor, namun kondisi terkunci dari dalam. Saksi juga sudah berusaha mengetuk pintu dan kaca beberapa kali, namun tidak ada jawaban dari dalam.

"Saksi kemudian membuka jendela samping dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung," ujar Iptu Slamet.

Melihat korban tergantung, saksi Yusuf pun menelepon saksi Elfian Eko (31) dan langsung menuju ke Polsek Kanor untuk melaporkan kejadian tersebut. "Iya, setelah mendapati laporan saya dan Polsek Kanor bersama Petugas Kesehatan Puskesmas Kanor melakukan olah TKP dan pihak medis puskesmas kanor melakukan visum luar kepada korban," imbuhnya.

Dari hasil visum luar kepada korban dijelaskan, lidah menjulur akibat jeratan, terdapat tanda jeratan leher, tidak terdapat luka akibat kekerasan atau penganiayaan. Lalu, jenazah juga mengeluarkan sperma atau mani, patah leher, tangan mengepal, pendarahan di mulut, kepala sampai kaki tidak ada bekas penganiayaan.

Sedangkan untuk tinggi gantungan ke tanah sekitar 2,20 meter, panjang tali dari bandar ke leher 73 centimeter, tinggi kaki tanah menempel, jarak tembok barat ke mayat 40 centimeter dan jarak tembok timur ke mayat 40 centimeter.

"Untuk ciri-ciri mayat tinggi 160 centimeter, berat badan 55 kilogram, kulit sawo matang, memakai kaos putih, celana dalam warna hijau dan celana jeans warna biru," pungkasnya. (nul)

Editor :