klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dampak PPKM Level 4, BOR di Jatim Kini di Bawah Standard WHO

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Penerapan PPKM berlevel di Pulau Jawa dan Bali berdampak signifikan pada penurunan Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit (RS), utamanya di Provinsi Jatim.

[irp]

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, jika dibandingkan dengan awal PPKM 3 Juli hingga 9 Agustus 2021, kondisi BOR isolasi RS di Jatim saat ini turun dari 81 persen menjadi 59 persen.

Untuk BOR RS Darurat dari 69 persen menjadi 49 persen atau turun 20 persen, dan BOR rumah isolasi turun menjadi 38 persen dari yang sebelumnya 50 persen. Sedangkan untuk ICU penurunan BOR-nya dari 78 persen menjadi 73 persen.

"Signifikansi PPKM ini juga terlihat dari tingkat penurunan BOR di RS, saat ini baik untuk isolasi, RS Darurat, maupun rumah karantina sudah turun di bawah standar WHO 60 persen," ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (10/8/2021).

Khofifah menyampaikan, selain pemberlakuan PPKM berlevel di sisi hilirnya upaya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Jatim juga terus digencarkan. Bahkan, berbagai pihak telah aktif terlibat baik Forkopimda Jatim, Pemkab/Kota, Perguruan Tinggi, serta berbagai elemen masyarakat.

Hal ini terlihat, berdasarkan Dashboard Kemenkes/KCPEN, jumlah orang yang divaksin dosis pertama dan kedua di Jatim menempati posisi cukup tinggi di Indonesia. Untuk vaksin dosis pertama, sebut Khofifah, jumlah orang yang divaksin di Jatim mencapai 7.960.752 orang atau sekitar 25,01 persen dari target sasaran.

Sedangkan jumlah orang yang telah divaksin untuk dosis kedua di Jatim sebanyak 3.619.554 orang, setara 11,37 persen dari target sasaran. "Kembali saya sampaikan terima kasih kepada seluruh warga Jatim yang telah menerapkan 5M dengan baik, harapannya tetap dipertahankan sehingga level resiko daerah yang masuk zona level bisa semakin turun lagi," pungkasnya. 

Editor :