KLIKJATIM.Com | Jakarta - Operator di Wilayah Kerja (WK) Natuna Blok B, Medco E&P Natuna Ltd. dengan dukungan SKK Migas melanjutkan penggunaan jack-up rig Soehanah untuk mendukung program pengeboran Medco E&P Natuna.
[irp]
Untuk mendukung pencapaian target pemboran Medco E&P Natuna Ltd dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang lain, pada amandemen kontrak tersebut dilakukan secara farm in (kontrak bersama), sehingga menciptakan efisiensi waktu dan efisiensi biaya yang akan memberikan penerimaan negara yang lebih optimal.
Penandatanganan amandemen kontrak Provision of Jack Up Drilling Rig dengan PT Vantage Drilling Company Indonesia (Vantage) dilaksanakan di Jakarta, Kamis (5/8/2021) secara daring.
Direktur Utama Medco E&P Natuna Ltd., Ronald Gunawan dan Direktur PT Vantage, Setiantoro, menandatangani amandemen kontrak tersebut, disaksikan oleh Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi. Acara dihadiri juga oleh Manajemen dari Mubadala Petroleum, Petronas Carigali, Premier Oil Natua Sea B.V. dan KUFPEC, yang bersama-sama dengan Medco E&P Natuna Ltd. melakukan farm-in terhadap Kontrak ini.
Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya, Erwin Suryadi menyampaikan apresiasi atas kontrak bersama Provision of Jack Up Drilling antara Medco E&P Natuna Ltd, Mubadala Petroleum, Petronas Carigali, Premier Oil Natuna Sea B.V. dan KUFPEC.
“Dengan kontrak bersama ini, komitmen kegiatan pemboran 12 sumur pengembangan, 1 sumur workover dan 5 sumur eksplorasi dapat dipenuhi. Paradigma memanfaatkan rig bersama memberikan kepastian jadwal pemboran sebagai salah satu langkah nyata untuk mendukung target 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas di tahun 2030,“ ungkapnya
Erwin menambahkan strategi ini adalah dalam rangka meningkatkan efisiensi cost recovery melalui pemanfaatan kontrak bersama sesuai arahan manajemen SKK Migas dan salah satu implementasi program Indonesia Oil & Gas 4.0 SKK Migas. Kontrak bersama ini memberikan manfaat total nilai efisiensi mencapai USD 5 Juta bagi Medco Natuna E&P Ltd dan USD 3.5 Juta untuk KKKS lainnya.
“Strategi pemanfaatan kontrak bersama khususnya untuk peralatan-peralatan rig yang cukup mahal ini merupakan salah satu strategi yang akan dikembangkan ke depan terutama dalam menggairahkan kegiatan eksploitasi dan eksplorasi guna mendukung peningkatan produksi migas nasional secara berkelanjutan”, Kata Erwin
Direktur Utama Medco E&P Indonesia Ronald Gunawan mengatakan, Medco E&P dalam menjalankan operasi selalu melakukan efisiensi dalam berbagai aktivitas eksplorasi dan produksi, namun tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam menjalankan operasi.
”Kami berterima kasih atas dukungan SKK Migas, rekan KKKS lain serta pihak mitra sehingga amendemen ini dapat terlaksana,” ujar Ronald. (ris)
Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi